Incinews.net
Jumat, 08 Mei 2026, 14.42 WIB
Last Updated 2026-05-08T06:46:01Z
Anggota DPRD Kabupaten BimaGaji PPPKPenanganan sampahProkopim

Sampah Menumpuk di Woha, DPRD Bima Soroti Buruknya Penanganan Kebersihan


Incinews.net|Kab.Bima. Tumpukan sampah di sejumlah titik sepanjang jalan provinsi di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut terjadi setelah petugas kebersihan menghentikan sementara aktivitas mereka karena belum menerima gaji dari pemerintah daerah.


Sampah rumah tangga dan limbah plastik terlihat menumpuk di pinggir jalan hingga menimbulkan bau tidak sedap. Warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang dinilai semakin kumuh dan mengganggu aktivitas masyarakat di jalur utama Kecamatan Woha.


Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Bima, Suryadin,M.Si Jumat (8/5/2026), membenarkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji menjadi penyebab terganggunya pelayanan kebersihan di wilayah tersebut.


“Belum digaji,” ujar Suryadin.


Menurut dia, sebagian besar petugas kebersihan merupakan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Karena hak pembayaran belum diterima, para petugas memilih mogok kerja sambil menunggu kepastian pencairan gaji.


Pemerintah Kabupaten Bima, kata Suryadin, menargetkan pembayaran gaji mulai direalisasikan pada Mei ini agar penanganan sampah dapat kembali berjalan normal.


“Pembayaran gaji direncanakan mulai direalisasikan pada bulan Mei ini,” katanya.


Persoalan sampah di wilayah Dapil I Kabupaten Bima sebelumnya juga mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Bima, Firdaus, S.H. Ia menyoroti buruknya penanganan kebersihan di area pasar yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat dan pengguna pasar.


Menurut Firdaus, kondisi pasar yang semrawut dan dipenuhi sampah telah mengganggu kenyamanan masyarakat saat melakukan aktivitas jual beli. Ia menilai persoalan kebersihan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kesehatan lingkungan.


Firdaus mengungkapkan, persoalan penanganan sampah sebenarnya telah beberapa kali dibahas bersama pihak terkait. Namun, sejumlah kebutuhan untuk mendukung pengelolaan kebersihan disebut belum dapat dipenuhi oleh pihak keuangan daerah.


Kondisi sampah yang menumpuk di Kecamatan Woha kini dinilai semakin memperlihatkan belum optimalnya sistem pengelolaan kebersihan di wilayah Dapil I Kabupaten Bima. (Pel-Red)