Incinews.net
Senin, 18 Mei 2026, 00.25 WIB
Last Updated 2026-05-17T16:26:32Z
Alumni HMIAnggota DPRDBawaslu Kabupaten BimaHMIPembangunanPemerintah

HMI Gelar Diskusi Publik tentang Peran Pemuda Mengawal Pembangunan Daerah



Incinews.net|Kota Bima. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STKIP Bima menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Pemuda dalam Mengawal Pembangunan Daerah” di Suhendar Coffee, Kota Bima, Minggu (17/5/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA itu dihadiri anggota dan alumni HMI, pengurus PMII, UKM Unswa, serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. Diskusi menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Abdul Rauf anggota DPRD Provinsi NTB, Dr. Abdul Kadir akademisi UMBO, Dr. Syamsuriansyah, serta Mulyadin Komisioner Bawaslu Kabupaten Bima.


Ketua Komisariat HMI STKIP Bima, Sahrul Ramadhan, mengatakan diskusi tersebut digelar sebagai upaya mendorong keterlibatan pemuda dalam mengawal pembangunan daerah melalui pendekatan intelektual dan gerakan sosial.


Menurut Sahrul, mahasiswa dan pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam merumuskan masa depan daerah, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dan kehidupan sosial saat ini.


“Ada patologi yang ditemukan pada mahasiswa dan dunia perguruan tinggi. Rasa tanggung jawab pemuda harus terus diasah dalam merumuskan tanggung jawab masa depan daerah,” ujar Sahrul dalam sambutannya.


Dalam diskusi itu, para narasumber menyampaikan materi yang beragam, mulai dari peran pemuda sebagai agen perubahan sosial, kehidupan demokrasi, pembangunan daerah, pragmatisme generasi muda, tantangan era digital, hingga peluang usaha bagi kalangan pemuda.


Suasana forum berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait sikap pemerintah terhadap gerakan mahasiswa, pembangunan daerah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bima, serta kebijakan DPRD sebagai penyambung aspirasi masyarakat dan pemuda.


Melalui kegiatan tersebut, HMI Komisariat STKIP Bima berharap lahir gagasan dan peran pemuda yang lebih produktif, berdampak, serta mampu mendorong kemajuan daerah di tengah keterbatasan dan tantangan pembangunan di Bima. (Pel-Red)