Incinews.net
Senin, 04 Mei 2026, 18.35 WIB
Last Updated 2026-05-04T11:58:36Z
Alumni HMIHMI cabang BimaKohati Cabang BimaMusyawarah KohatiOrganisasi Mahasiswa

Dualisme Formatur Warnai Pemilihan Ketua Kohati HMI Cabang Bima



Incinews.net|BimaMusyawarah Kohati dalam rangka pemilihan Ketua Kohati Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Bima memunculkan polemik setelah dua nama muncul dan sama-sama diklaim sebagai formatur. Dinamika itu memantik pertanyaan kader terkait legitimasi hasil pemilihan organisasi perempuan HMI tersebut.


Steering Committee pemilihan, Yulianingsih, mengatakan proses pemilihan telah berjalan sesuai mekanisme organisasi. Ia menyebut, dari enam komisariat yang memiliki hak suara, empat komisariat menyatakan dukungan aklamasi kepada Sri Hartati.


“Dari enam komisariat, Sri Hartati diaklamasi oleh empat komisariat,” ujar Yulianingsih kepada Incinews.net. Senin, 4/5/2026.


Menurut dia, penetapan aklamasi dilakukan setelah kandidat lain dinyatakan gugur pada tahap administrasi. Panitia menyebut calon lain tidak mengembalikan berkas pencalonan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan Steering Committee.


“Yang lain tidak mengembalikan berkas sesuai waktu yang ditentukan SC. Sesuai prosedur dinyatakan gagal atau tertinggal,” katanya.


Sri Hartati juga membenarkan dirinya ditetapkan sebagai formatur terpilih melalui mekanisme aklamasi karena tidak ada kandidat lain yang memenuhi syarat pencalonan.


“Teraklamasi karena tidak ada kandidat lain,” ujar Sri.


Namun, dinamika pemilihan tidak berhenti pada penetapan tersebut. Nama Nur Alfiani kemudian muncul dan juga diklaim sebagai formatur. Pihak SC dan kubu Sri Hartati menyebut kemunculan nama itu berasal dari proses lanjutan yang dilakukan oleh dua komisariat di luar prosedur setelah empat komisariat sebelumnya menetapkan Sri Hartati secara aklamasi. (Pel-Red)