Incinews.net
Selasa, 14 April 2026, 16.28 WIB
Last Updated 2026-04-14T08:28:47Z
Anggota DPRD Kabupaten BimaBGNMBGPemerintahperempuan

IRT di Wera Dilaporkan Usai Kritik Program MBG, Akui Diperiksa 5 Jam

 



Incinews.net. Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), harus berurusan dengan aparat kepolisian usai menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).


IRT bernama Emi Erawati (35) memenuhi panggilan penyidik pada Selasa (14/4/2026), terkait laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Laporan tersebut diajukan oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Oi Tui pada 3 April 2026.


Emi mengungkapkan, dirinya menjalani pemeriksaan selama kurang lebih lima jam oleh penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Bima Kota.


“Saya diperiksa hingga lima jam,” ujar Emi.


Laporan tersebut bermula dari video yang diunggah Emi melalui akun Facebook pribadinya, @Arif_Emilia. Dalam video itu, ia menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan dapur MBG, khususnya terkait menu makanan dan sistem distribusi.


Menurut Emi, menu yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi program yang digagas oleh Prabowo Subianto. Ia juga menyoroti penyajian makanan yang dicampur dalam satu wadah, penggunaan kantong plastik, serta distribusi yang kerap dilakukan pada malam hari.


“Dalam satu wadah menunya dicampur, dan diantar malam hari,” paparnya.


Emi mengaku dirinya merupakan salah satu penerima manfaat program tersebut karena sedang menyusui. Namun, ia menilai menu yang diberikan cenderung monoton dan pola distribusi pada malam hari terjadi berulang.


“Itu bukan pertama kali MBG disalurkan malam hari, tapi seringkali,” jelasnya.


Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan ditujukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai masukan agar program tersebut dapat diperbaiki.


“Kritikan ini untuk memperbaiki menu dan cara penyalurannya, bukan sentilan pribadi, apalagi menolak MBG,” tegasnya.


Hingga saat ini, Emi mengaku belum menerima komunikasi dari pihak mitra SPPG Oi Tui terkait laporan tersebut. Ia pun merasa dirugikan atas pelaporan yang dialamatkan kepadanya.


Meski demikian, Emi menyebut dirinya mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk aktivis dan warga setempat.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, mitra SPPG Oi Tui diketahui dikelola oleh seorang operator sekolah di SLB Al-Hijrah bernama Erniwati. (Pel-red)