Incinews.net. Maraknya fenomena panah liar yang melibatkan remaja belakangan ini menjadi alarm serius bagi masyarakat Bima. Aksi tersebut bukan lagi sekadar kenakalan biasa, melainkan telah masuk kategori tindak kriminal yang membahayakan nyawa orang lain. Panah liar kerap dilakukan secara acak di jalanan pada malam hari, menyasar pengendara maupun warga yang tidak bersalah.
Seorang dosen POLITEKNIK AMA Bima menilai, maraknya aksi tersebut dipicu oleh kurangnya pengawasan dari pihak kepolisian serta lemahnya kontrol orang tua terhadap pergaulan anak. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis pembinaan dan nilai pada generasi muda.
Menurutnya, kenakalan remaja memang bukan persoalan baru. Namun ketika bentuknya berubah menjadi kekerasan terorganisir dengan menggunakan senjata, maka persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi, mulai dari minimnya perhatian keluarga, pengaruh pergaulan bebas, paparan konten kekerasan di media sosial, hingga lemahnya kontrol lingkungan. Remaja yang sedang mencari jati diri sangat rentan terjerumus jika tidak memiliki bimbingan yang kuat.
Dalam konteks penanganan, kepolisian dinilai memiliki peran strategis untuk menindak tegas pelaku serta mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok yang terlibat. Patroli rutin, operasi cipta kondisi, serta pendekatan preventif di sekolah-sekolah perlu ditingkatkan. Penegakan hukum yang konsisten diyakini dapat memberikan efek jera dan menunjukkan bahwa tindakan tersebut memiliki konsekuensi serius.
Namun demikian, upaya represif saja tidak cukup. Peran orang tua jauh lebih fundamental. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Pengawasan terhadap pergaulan, komunikasi yang terbuka, serta penanaman nilai moral dan agama sejak dini menjadi kunci utama pencegahan. Mengingat sebagian pelaku masih berusia belasan tahun, mereka sejatinya masih sangat membutuhkan arahan dan perhatian.
Selain itu, sekolah dan masyarakat juga diharapkan turut terlibat aktif melalui penyediaan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan komunitas kreatif sebagai wadah penyaluran energi remaja. Ketika mereka merasa dihargai dan memiliki tujuan, potensi melakukan tindakan menyimpang akan semakin kecil.
Fenomena panah liar menjadi cerminan bahwa pembinaan generasi muda belum berjalan optimal. Diperlukan sinergi antara kepolisian, orang tua, sekolah, dan masyarakat agar lingkungan yang aman dan kondusif di Bima dapat terwujud.

