Kota Bima, Incinews.net. Pemerintah Kota Bima menyatakan status kewaspadaan atas meningkatnya kasus suspek campak di wilayahnya. Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Pada November tercatat 19 kasus, meningkat menjadi 30 kasus pada Desember. Sementara periode Januari hingga Maret 2026, jumlah suspek campak melonjak tajam menjadi 336 anak.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima menggelar rapat koordinasi guna mempercepat langkah penanganan. Pemerintah berencana memperluas cakupan vaksinasi tambahan atau Supplementary Immunization Activities (SIA) sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan prioritas anak-anak berisiko tinggi.
Sekda menegaskan, pemetaan kasus hingga tingkat kelurahan harus segera dilakukan agar intervensi berjalan cepat dan terukur. Ia juga meminta sinergi lintas sektor, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga perangkat kelurahan, serta peningkatan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya imunisasi lengkap.
Rakor tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan memastikan langkah pencegahan berjalan optimal untuk menekan penyebaran campak di Kota Bima

