Incinews.net – Eks Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima tahun 2025, Taufik, S.T., M.T., membantah tudingan adanya penyimpangan dana pertanian sebesar Rp8 miliar yang menyeret pihaknya bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman (RPLPT), Syarifuddin.
Menurut Taufik, S.T.,M.T., kepada incinews.net dan mengutip Cakrawala Minggu, 29/3/2026, informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program pertanian telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
“Silakan tanyakan langsung kepada 361 kelompok tani yang menerima program di masing-masing kecamatan. Kami tidak pernah berbuat curang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui bidang RPLPT kepada 361 kelompok tani di Kabupaten Bima. Dalam pelaksanaannya, pihak dinas melibatkan ratusan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) di tiap kecamatan, serta staf teknis lainnya.
Terkait pengelolaan anggaran, Taufik, S.T.,M.T., menegaskan bahwa setiap kelompok tani memiliki rekening masing-masing, sehingga proses pencairan dana dilakukan langsung ke kelompok penerima.
“Semua kelompok tani memiliki rekening sendiri. Jadi pengelolaan dana dilakukan langsung oleh kelompok, bukan oleh dinas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengadaan barang dan jasa pendukung program telah dilakukan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat maupun daerah. Lokasi pembelian pun telah ditentukan berdasarkan wilayah masing-masing kelompok tani.
Beberapa di antaranya, kelompok tani di Kecamatan Lambu melakukan pembelian di Sape, Kecamatan Woha di Tente, Kecamatan Bolo di Sila, serta wilayah Sanggar dan Tambora di Dompu. Namun, jika barang yang dibutuhkan tidak tersedia di lokasi yang ditentukan, maka pembelian dapat dilakukan di wilayah Bima.
Dengan klarifikasi tersebut, pihak Dinas Pertanian berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait pengelolaan dana program pertanian tersebut. (Pel.Red)

