Incinews.net
Selasa, 10 Februari 2026, 09.32 WIB
Last Updated 2026-02-10T05:54:16Z
Desa LereDinas Ketahanan PanganEkonomiKecamatan ParadoNTB. PemerintahPemerintah

Ratusan Meter Sawah di Desa Lere Tergerus Banjir, Petani Terancam Kehilangan Lahan Produksi

Foto: Kondisi kawasan pertanian di desa Lere kecamatan Parado, setiap tahun terus tergerus akibat banjir sungai. (sumber: Ist).

Kabupaten Bima, Incinews.net. Kawasan pertanian di Desa Lere, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, mengalami pengikisan parah akibat luapan sungai setiap musim hujan. Lahan persawahan warga yang berada di sepanjang bantaran sungai dilaporkan terus menyusut dari tahun ke tahun.


Kepala Desa Lere, Dahlan, S.H., saat dikonfirmasi media ini mengungkapkan bahwa pengikisan tanah terjadi hampir setiap kali banjir besar melanda wilayah tersebut.


“Ratusan meter sawah milik warga di sekitar aliran sungai mengalami pengikisan tanah saat banjir sungai,” ungkap Dahlan saat dikonfirmasi tim incinews.net, Selasa, 10/2/2026.


Kerusakan telah terjadi di sejumlah titik persawahan, antara lain di So Ladi, Tolo Lere, Ngara, Tolo Rato, dan So Olo Sa’a. Total kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai hampir satu kilometer di sisi kiri dan kanan bantaran sungai.


Menurut Dahlan, dampaknya sangat dirasakan para petani. Bahkan ada warga yang sebelumnya memiliki lahan sawah seluas 10 are, kini hanya tersisa sekitar 3 are akibat terus tergerus arus sungai.


“Bertahun-tahun warga hanya berusaha menahan pengikisan dengan batu seadanya, tapi tidak mampu menahan derasnya arus banjir,” tambahnya.


Sesuai data yang telah dihimpun tim media ini, Desa Lere sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kecamatan Parado. Dari lima kawasan pertanian yang terdampak, produksi padi bisa mencapai tiga kali panen dalam setahun dengan total luas lahan mencapai lebih dari 100 hektare.


Selain merusak lahan pertanian, banjir tahunan dikawasan tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur pendukung. Sekitar 300 meter jaringan irigasi dilaporkan rusak, termasuk bendungan kecil yang selama ini menjadi sumber pengairan utama sawah warga.


Dengan kondusi yang terjadi, Pemerintah desa berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk penanganan tanggul sungai dan perbaikan irigasi, agar kerusakan tidak terus meluas dan mengancam ketahanan pangan warga setempat. (Tim)