Bima, incinews.net. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tadewa Bima–Mataram bersama masyarakat Desa Tadewa, Kecamatan Wera, menggelar aksi unjuk rasa di kantor desa setempat, menuntut kejelasan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diduga macet hingga ratusan juta rupiah.
Aksi yang berlangsung dikantor desa diwarnai pengawalan aparat Polsek dan unsur TNI itu berjalan tertib. Massa menyoroti dana sekitar Rp100 juta yang disebut-sebut dikelola melalui sistem simpan pinjam oleh pengurus BUMDes periode sebelumnya (2020–2025) namun hingga kini belum jelas pengembaliannya.
Selain itu, massa juga meminta transparansi terhadap sekitar Rp80 juta dana yang kini dikelola pengurus BUMDes baru tahun 2026.
Koordinator lapangan aksi, Ihwansyah, menyebut sekitar 100 orang terlibat dalam aksi tersebut. Ia menegaskan tuntutan utama mereka adalah keterbukaan laporan keuangan dan kejelasan tanggung jawab pengurus lama maupun baru.
“Kami menuntut transparansi terhadap apa yang telah dilakukan pengurus BUMDes, baik yang lama maupun yang baru,” urai Ihwansyah kepada Incinews.net. Kamis, 12/2/2026.
Beberapa sumber lain menyebutkan, Ketua BUMDes dan Kepala Desa Tadewa disebut sempat menemui massa. Namun, menurut warga, pihak pemerintah desa baru sebatas menyampaikan janji akan menindaklanjuti persoalan tersebut, khususnya terkait dana lama yang disebut masih macet.
Warga menduga persoalan pengembalian dana simpan pinjam inilah yang menjadi pemicu utama aksi protes tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi untuk mengklarifikasi tuntutan massa.

