Incinews.net
Selasa, 27 Januari 2026, 21.59 WIB
Last Updated 2026-01-27T14:06:23Z

Distribusi Material Mayor Diduga Jadi Biang Mandeknya Proyek SMAN 1 Parado



Incinews.net | Kab. Bima. Pelaksanaan pembangunan gedung laboratorium dan ruang kelas baru (RKB) di SMAN 1 Parado yang kini dinilai mandek, terkonfirmasi adanya pembagian distribusi material antara kategori minor dan mayor.

Kepala SMAN 1 Parado, Nuryadin, S.Pd, sebelumnya menjelaskan bahwa, selain dari adanya pembentukan satuan kerja lokal secara umum sistem penyuplai material dalam proyek tersebut memang dibagi dua.

“Penyuplai material dibagi menjadi dua, yakni minor dan mayor,” jelasnya.

Hasil penelusuran lanjutan tim media ini dari beberapa sumber menyebutkan, CV Bintang Troya, CV Dua Putra Disc, dan CV Gibran Bima Pratama merupakan pendistribusi kategori minor, yang menyuplai material seperti batu dan pasir.

“Sejumlah CV tersebut masuk penyuplai minor, dan telah menyelesaikan pengiriman bahan material sesuai juknis yang ditentukan,” ungkap sumber lain, Selasa, 27/1/2026.

Sementara itu, untuk kebutuhan material kategori mayor seperti baja dan besi yang dibutuhkan pada tahap penyelesaian bagian atap bangunan, hingga kini belum terealisasi pendistribusiannya.

Nuryadin juga sebelumnya menegaskan, hambatan pembangunan yang saat ini terjadi disebabkan belum adanya distribusi besi dan baja dari pihak penyuplai mayor.

“Untuk baja dan besi itu masuk kategori mayor. Sampai sekarang belum ada material yang didistribusikan, sehingga pekerjaan tidak bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya,” terangnya saat ditemui tim media, Senin (26/1) lalu.

Secara umum, proyek renovasi ruang kelas dan pembangunan ruang laboratorium di SMAN 1 Parado tersebut disebut-sebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp2,9 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dikpora Provinsi NTB.

Sejumlah pihak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari pendistribusi material kategori minor dan mayor hingga pelaksana satuan kerja. Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyuplai kategori mayor belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan distribusi material baja dan besi tersebut. (Tim)