Incinews.net
Kamis, 03 Februari 2022, 18.59 WIB
Last Updated 2022-02-03T11:35:16Z
NTBPoldaPolres

Kunjungi Polres, Kapolda NTB Djoko Poerwanto Berpesan "Jangan Sakiti Hati Masyarakat"

Foto: Kapolda NTB.

insan cita (incinews),Sumbawa - Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto berpesan kepada segenap anggota Polri, khususnya personel Bhayangkara di Polres Sumbawa, untuk tidak melukai dan menyakiti hati masyarakat. Hal itu dipesankan Kapolda NTB saat mengunjungi Mapolres Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (2/2/2022), didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ny. Irna Djoko Poerwanto dan beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda NTB. 
 
“Dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian, jangan sampai menyakiti hati masyarakat,” ungkap Kapolda. 
 
Jenderal bintang dua kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah 7 November 1967 itu menegaskan, personel yang bertugas di Kepolisian Resor merupakan para pejuang tangguh, yang dalam tugasnya bersinggungan langsung dengan masyarakat. Karena itu, Irjen Djoko juga berpesan agar dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian harus menempatkan diri sebagai pelayanan, pelindung, dan pengayom masyarakat sesuai lambang Polri “Rasta Sewakotama”, yang terpasang di atas kepala setiap personel Polri.
 
“Artinya, kita adalah abdi utama daripada nusa dan bangsa. Yang pakai itu harus berperilaku sebagai pelayan masyarakat. Jadikan tugas ini sebagai ladang ibadah, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tandasnya.
 
Tak kalah penting, lanjut alumni Akpol 1989 itu, anggota kepolisian khususnya anggota Polres Sumbawa agar menghindari dan atau tidak terlibat dalam tindak pidana.
 
“Saya titip harga diri dan kebanggaan Polri di pundak kalian semua,” tegasnya.
 
Pada kesempatan tersebut Kapolda menyerahkan piagam penghargaan bagi pemenang Lomba Liga Vaksin, dalam kesempatan tersebut, Mantan Direktur Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) itu memberikan tali asih, kepada tujuh anggota Polres Sumbawa yang menderita sakit menahun di antaranya AKP Hurfan, Aiptu I Ketut Artana, Aipda Widodo, Bripka Khaerul Rahman, dan Brigadir Kusmudin. (Red/O'im)