Tragedi Berdarah Terjadi di Bima, 3 Orang Kakak Beradik Dibantai -->

Iklan 970x250px

Tragedi Berdarah Terjadi di Bima, 3 Orang Kakak Beradik Dibantai

Incinews.net
Rabu, 06 Oktober 2021

Foto: Korban.

insan cita (incinews), Bima: Tragedi berdarah terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (5/10/2021).


3 orang yang menjadi korban pembantaian tersebut adalah satu keluarga  yang terdiri dari adik dan kakak buah hati pasangan suami istri Umar dan Ros. 


Menurut informasi yang dihimpun, dari 3 korban satu korban tewas di lokasi dengan luka dilehar, dan sejumlah korban lainya mengalami luka yang sangat serius kena sabetan parang. Pelaku pembunuhan tersebut diduga dilakukan seorang pria inisial SK (52thn), yang merupakan warga sondosia Kecamatan Bolo.


Peristiwa pembantaian 3 orang keluarga tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita.Tiga orang warga tersebut yakni Nursada (17thn), Muhammad Mukmin  (16thn) dan Yanti (12thn) yang merupakan warga desa yang sama dengan pelaku SK.

Pelaku tergelatak Diamuk massa, Hingga Tewas



Informasi yang di dapat, awalnya SK membacok Yanti hingga meninggal di TKP dengan luka dialami korban bagian leher dan semua jari tangan kanan putus. Setelah itu membacok Sadam dan Mul yang saat ini dirujuk di RSUD Bima.


Usai membacok tiga warga itu, pelaku yang juga diduga alami gangguan jiwa itu lari ke arah selatan yakni menuju RSU Sondosia.


Saat berada di halaman RSU Sondosia, pelaku diserang massa hingga berhasil dilumpuhkan dan terkapar di halaman RSU Sondosia. Akibat beringasnya massa saat itu, pelaku alami luka serius yakni luka robek di sekujur tubuh akibat dipukul oleh massa dengan batu dan kayu, dan menghembuskan nafas terakhir di halaman RSU Sondosia.


Kepala Desa (Kades) Sondosia, Jauhari Irfani saat di RSU Sondosia, membenarkan peristiwa pembacokan dilakukan oleh SK terhadap tiga warga itu. Dirinya mengetahui setelah mendapat informasi dari aparaturnya. 


"Pasca ada informasi itu langsung ke rumah para korban untuk memastikan kondisi saat itu dan melihat salah satu korban sedang sekarat," ujar Kades.


Disinggung apa motif dari kejadian itu, dirinya tidak tahu menahu.Saya tidak berani mengatakan apa motif dari peristiwa ini. 


"Yang jelas telah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh SK pelaku. Dalam kejadian itu, dua orang yang meninggal yaitu SK yang diduga sebagai pelaku dengan korban Anti di TKP," pungkasnya.


Sementara, Kapolsek Bolo IPTU Hanafi mengatakan, belum tahu pasti motif dan kronologis kejadiannya, namun informasi yang didapat ketiga orang korban tersebut langsung dibacok pelaku menggunakan sebilah parang. 


“Dari kejadian itu, 2 orang mengalami luka bacok dan satu orang yang bernama yanti meninggal dunia,” ungkapnya di RSUD Bima.


Usai membacok para korban kata Hanafi, pelaku melarikan diri ke area rumah sakit RSUD Sondosia dan dikejar warga. Anggota Polsek yang mengetahui kejadian itu menuju ke TKP untuk mengamankan pelaku. 


"Pelaku diminta menyerahkan pisau yang dipegangnya, tapi malah memilih menusuk perutnya sendiri,” terangnya. 


Amukan warga pun tidak bisa dibendung, sehingga salah satu anggota kepolisian pun terkena lemparan batu. Karena jumlah warga lebih banyak, pelaku dihakimi warga hingga meninggal dunia. 


“Para korban pembacokan sudah di rawat di RSUD Bima, satu orang korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya. 


Kapolsek mengaku situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kondusif dan terkendali. Dirinya juga meminta masyarakat lebih taat hukum. Jika pelaku sudah diamankan polisi, serahkan sepenuhnya untuk diproses. “Hindari main hakim sendiri,” tegasnya. (Red)