Incinews.net
Senin, 02 Agustus 2021, 21.38 WIB
Last Updated 2021-08-02T14:01:26Z
MataramNTB

Gubernur Ajak Mahasiswa Berpartisipasi Tangani Covid-19, BEM dan OKP NTB Siap Berkolaborasi

Foto: BEM dan OKP NTB Silaturrahmi dan Diskusi soal penanganan Covid-19 di NTB Bersama Bapak Gubernur dan jajarannya.

MEDia insan cita, Mataram: Gubernur Dr.H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., mengajak mahasiswa se-NTB turut serta berpartisipasi dan berperan serta bersama pemerintah menangani pandemi Covid-19.

"Saat ini kita butuh tindakan nyata dan konkrit dari adik-adik mahasiswa," kata Doktor Zul sapaan Gubernur saat silahturahmi dengan Ketua BEM dan OKP dalam rangka sinergritas penanganan Covid-19, Senin (2/8/2021) di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur.

Menurut Doktor Zul, saat ini yang dibutuhkan adalah program  yang dapat mengatasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini. Lebih-lebih berbuat untuk daerah di tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

"Apalagi keberadaan mahasiswa tersebar dimana-mana diwilayah NTB, maka punya sumberdaya untuk bergerak,"tutur mantan anggota DPR RI ini.

Perdebatan panjang dan kritik boleh saja, namun harus ada forum tertentu. Tapi melihat keadaan dan kondisi masyarakat, Ia mengajak agar lebih baik ikut memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyatakat tentang bahaya Covid, penerapan prokes, vaksin dan PPKM.

Hal-hal seperti diatas masih banyak masyarakat yang salah kaprah dan termakan hoaks. Sehingga berkembang pemahaman yang liar ditengah masyarakat. 

"Nah saya ajak adik-adik ini apa yang bisa kita perbuat bersama untuk bersinergi, kalau punya gagasan dan ide kita kerjakan,"ajak Gubernur.

Karena saat ini, selain persoalan kesehatan dan ekonomi yang tidak kalah penting tugas pemerintah membangun kesadaran masyarakat.

Mahasiswa yang terdiri dari Ketua BEM dan OKP ini dapat membantu memberikan edukasi dan sosialisasi tentang percepatan vaksin, pemahaman tentang PPKM sehingga Covid cepat berlalu dan ekonomi kembali bergeliat.

"Bukan hanya di Provinsi mahasiswa juga harus ikut membantu Kabupaten/Kota, untuk bersinergi tangani Covid,"tutup mantan ketua BEM UI ini, didepan perwakilan BEM dan OKP seperti BEM Bumigora, UNRAM, UNU, NW, UIN, HMI, Semmi, Perisai,GMKI, Kammi NTB.

Menanggapi hal itu, Sejumlah BEM dan OKP di NTB menyatakan kesiapannya untuk bersama Pemrov NTB maupun Kabupaten/Kota berkolaborasi tangani pandemi Covid-19.

Mewakili Ketua BEM Unram, Noli Aditia menyambut baik pertemuan dan silaturahmi yang digagas Gubernur NTB. Ia berharap sinergi melawan Covid harus diperkuat dengan peran gerakan mahasiswa hingga tingkat desa.

"Kami siap bersama pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat tentang disiplin menggunakan Prokes," katanya.

Menyoroti pemberlakuan PPKM ia berharap pemerintah mengatur para PKL atau pedagang ruang untuk tetap bedagang hingga lebih pukul 20.00 malam hari.

Karena dari berdagang ini ekonomi mereka tetap hidup. Menurutnya yang menjadi masalah berkerumun itu, bukan penjual akan tetapi pembeli. 

"Ini yang harus diatur, agar pembeli selain mengikuti prokes juga menjaga kerumunanan,"tutupnya.

Sedangkan PW Himmah NW Zainul Hadi mengatakan bahwa masyarakat saat ini resah mendengar tentang Covid. Apalagi sudah terkait dengan vaksinasi.

"Mereka masih menerima informasi terkait bahw vaksinasi ini dapat membunuh,"katanya.

Informasi seperti ini harus ditangkal dengan masif. Mempergunakan narasi-narasi dan bahasa lokal. Sehingga masyarakat paham.

Pengurus Ikatan Mahasiswa dan BEM Fakultas Hukum Muhammadiyah, Dimas  menyampaikan bahwa di pihaknya juga memiliki Satgas Covid. Sejak awal sudah cukup serius ikut membantu melawan wabah ini.

"Namun persoalan ekonomi juga harus diperhatikan, bantuan Pemerintah pusat maupun Pemda sangat membantu," ungkapnya.

Ia mengajak rekan-rekan Mahasiswanya untuk bersama berkolaborasi membantu mengedukasi dan sosialisasi yang masif tentang Prokes dan vaksinasi.

"Karena hanya ini cara untuk memutus matarantai Covid,"tutupnya didepan beberapa Kepala OPD lingkup Pemrov. NTB. (Red/O'im)