"Bungatri" Potensi Bisnis dan Edukasi, Dinas Ketahanan Pangan NTB Minta Item Pekerjaan Bisa Dilanjutkan -->

Iklan 970x250px

"Bungatri" Potensi Bisnis dan Edukasi, Dinas Ketahanan Pangan NTB Minta Item Pekerjaan Bisa Dilanjutkan

Minggu, 15 November 2020
Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB  Drs H. Fathul Gani, M,.Si. 


Mataram, incinews.net: Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB meminta kepada kepada pihak terkait melanjutkan kembali pembangunan lumbung pangan terintegrasi (Bungatri) di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB dalam rangka pusat kunjungan Alternatif kunjungan Wisata. Bungatri terintergrasi yang ada di sembalun itu kita upayakan untuk kita bisa lanjutkan pengerjaanya karena lumbung yang sudah dibangun sekarang ini kondisinya belum termanfaatkan dengan baik, jadi kita butuh kembali sentuhan dari beberapa SKPD terkait untuk kita kembali hidupkan atau lanjutkan pembangunan yang selama ini tertunda.

Tentu dengan terintegrasinya program dari beberapa dinas terkait seperti dinas pariwisata, baik Kabupaten maupun Provinsi kemudian dinas perkerja umum, perkim, kami berharap ini mereka bisa mensuport apa yang menjadi item-item pengerjaan yang selama ini belum bisa dilanjutkan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Drs H. Fathul Gani, M,.Si, saat ditemui diruanganya, Jum'at, (14/11/2020) kemarin.

Ia berharap, dengan dilanjutkannya pembangunan kawasan "Bungatri" lumbung pangan terintergrasi ini akan berdampak memberikan harapan  menjadikan pusat kunjungan alternatif.

"Jadi kalau kita ke Sembalun tidak hanya melihat panorama alam, pegunungan, gunung rinjani tetapi kita disuguhkan dengan lokasi destinasi alternatif yang bisa mencakup berbagai area persawahan dan perkebunan yang ada di sekitarnya dengan pemandangannya yang sangat luar biasa," katanya.

Sebenarnya program lumbung pangan terintergrasi ini dibangun tahun 2018 yang dirancang kadis sebelumnya. Kata Fathur, Begitu saya liat konsepnya sudah sangat bagus dan itu sangat sayang kalau tidak kita lanjutkan. 

"Pembangunan proyek ini, bukan mangkrak, tapi karena keterbatasan anggaran. Kita minta sekarang adalah komitmen dari teman-teman dinas terkait terutama Kabupaten Lombok Timur untuk bisa mensuport area-area yang pengerjaannya memang menjadi kewenangan Kabupaten,"ungkapnya.

Lebih lanjut ia terangkan, Lumbung terintegrasi ini memanfaatkan sumber mata air yang ada di lokasi, seperti yang kita lihat dalam desainnya kolam itulah sumber mata air yang sudah ada, itu yang ingin kita hidupkan. 

Untuk konsep sendiri, Kata pria asal Lombok Timur ini, dengan Konsep lokal, dari warga yang mengajukan. Dari situ nantinya bisa terealisasi jadi kawasan untuk outline. 

"Bisa menjual berbagai aneka hasil horti , seperti bawang merah, kentang, strawbberry. Supaya pembeli tidak kemana-mana. Bisa juga langsung mereka akan memetik sendiri,"jelasnya.

Selain strategis kerena berada di pusat areal perkebunan dan lahan persawahan, saya menginginkan ke depan bisa dijadikan lokasi mengedukasi diri untuk bagaimana belajar bertani, bercocok tanam dan bisa juga memetik hasil yang di tanam oleh masyarakat. "Selain wisata, ada edukasi," katanya. 

Ia juga sampaikan, Soal akses jalannya, kata Fathur perlu mendapat perhatian dari dinas terkait dalam hal ini mudah-mudahan pemerintah Kabupaten Lombok Timur bisa mensuport itu. 

"Karena memang akses jalannya agak terbatas baru separohnya yang diaspal dan sisanya masih pengerasan dan memang perlu ada talut bagian kiri dan kanan tepi sungai. Sehingga bisa memperlebar jalan. Karena selama ini kendaraan tidak bisa berpapasan. Itu salah satu juga yang membuat agak kurang. Tetapi animo masyarakat saya lihat sangat banyak pengunjungnya.  Karena yang mereka lihat adalah lokasinya yang sangat bagus kerena tidak monoton untuk mereka dapat ambil gambar/selfi terutama pagi dan sore hari," tutupnya. (Red/O'im)