Teken MoU dengan UNU NTB, UNW dan UIN, Bawaslu Kota Mataram Harap Nilai Demokrasi Terus Hidup -->

Iklan 970x250px

Teken MoU dengan UNU NTB, UNW dan UIN, Bawaslu Kota Mataram Harap Nilai Demokrasi Terus Hidup

Kamis, 15 Oktober 2020
Foto: Berkas Nota Kesepahaman Bawaslu Kota Mataram dengan Pihak Kampus Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) (Ria)

Kota Mataram, incinews.net: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota mataram, Setelah UMMAT, UPATMA, dan UNRAM kini Bawaslu Kota Mataram laksanakan Penandatangan Nota Kesepahaman dengan 3 (tiga) kampus lain di Kota Mataram. Kampus tersebut  yakni, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB), Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) dan Universitas Islam Negeri Mataram (UIN Mataram). 
Foto: Tanda Tangan Nota Kesepahaman Bawaslu Kota Mataram dengan Pihak Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB)

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula UNU NTB tersebut dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Mutawalli, M.Ag. Selaku Rektor UIN Mataram. Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I. Selaku Rektor UNU NTB dan Dr. TGH. Abdul Muhyi Abidin, MA. Selaku Rektor UNW. Sedangkan peserta sosialiasi pengawasan partisipatif, menghadirkan peserta dari unsur mahasiswa, kamis (15/10/2020)

Selain tanda tangan MoU pada kegiatan tersebut juga diselipkan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif berbasis akademik dengan model diskusi, materi disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri dan Dr. Jumarim, MH.I. Akademisi UIN Mataram.
Foto: Prof. Dr. Mutawalli, M.Ag. Selaku Rektor UIN Mataram bersama Bawaslu Kota Mataram saat menerima Piagam Penghargaan.
 
Ketua Bawaslu Kota Mataram mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Bawaslu Kota Mataram beberapa waktu lalu. 

"Tentang pengawasan partisipatif Hasan katakan bahwa Pengawasan partisipatif adalah upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan mengawal proses demokrasi ke arah yang lebih baik," jelas Hasan Basri, kepada media ini. 

Sebagai lembaga pengawas pemilu, ia katakan, Bawaslu turut bertanggung jawab atas terciptanya proses demokrasi yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia. 
Foto Bersama Petinggi Kampus dengan Bawaslu Kota Mataram

“Melalui pengawasan partisipatif berbasis akademik ini diharapkan nilai-nilai demokrasi bisa terus lebih baik kedepannya, terutama Pilkada Kota Mataram ini. Maka melalui kegiatan ini kami berharap niai-nilai demokrasi yang bai bisa terus hidup," tutur Hasan. 

Saat memberikan materi sosialiasi, Dr Jumarim, MH.I mengatakan bahwa pengawasan terhadap Pilkada bukan hanya milik Bawaslu, "tetapi keterlibatan masyarakat juga menjadi penting, terutama masyarakat intelektual,"terangnya. 

Ia menyarankan kepada mahasiswa untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa dan daerahnya melalui pengawasan partisipatif berbasis akademik ini. 

Jumarim mengambarkan bahwa asal muasal lahirnya kekuasaan (Eksekutif dan Legislatif) adalah melalui proses Pemilihan yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber dan Jurdil). 

Menurutnya keterlibatan mahasisawa kaum cendekiawan dalam pengawasan partisipatif akan memberi dampak yang baik bagi keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga mahasiswa tidak perlu lagi berdemo, karena pemimpin yang terpilih melalu proses yang baik tadi menjamin kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat. Begitu efek dominonya,” Ungkap Jumarin, mengakhiri penjelasannya kepada peserta sosialisasi. (EA)