Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, DPD RI Evi Apita Maya Gandeng HMI -->

Iklan 970x250px

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, DPD RI Evi Apita Maya Gandeng HMI

Senin, 28 September 2020
Foto: Terlihat Wakil Ketua Komite III DPD RI Asal NTB Evi Apita Maya, SH.,Mkn Saat Menyampaikan Materi Kegiatan. (ist/O'im)

Lombok Tengah, incinews.net: Wakil Ketua Komite III DPD RI Asal NTB Evi Apita Maya, SH.,Mkn mengadakan sosialisasi empat pilar kebangsaan, bekerjasama dengan Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan (OKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lombok Tengah Komisariat STMIK Lombok.

Kegiatan tersebut dalam rangka menanamkan nilai-nilai wawasan Empat Pilar Kebangasaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, gandeng HMI Lombok Tengah, Senin (21/9/2020).

Empat Pilar Kebangsaan merupakan warisan sekaligus kesepakatan bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan bangsa.

Kegiatan sosialisasi empat pilar bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut juga dimeriahkan dengan permainan dan kuis bagi para pemuda untuk menghafal pancasila dan pembukaan UUD 1945. Terlihat suasana menjadi sangat cair disaat para pemuda menyampaikan hafalannya.

Menurut Evi Apita Maya, kegiatan semacam ini harus senantiasa dilaksanakan, bukan saja dengan sosialisasi yang dilakukan MPR RI semata, melainkan dapat juga dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka menanamkan pemahaman terhadap Negara kesatuan republic Indonesia  guna melahirkan generasi yang cinta terhadap budaya dan bangsa. 

Dikatakannya perkembangan teknologi akhir-akhir ini, tentu berpengaruh terhadap dinamika dan arah kemajuan dunia. 

“Akses terhadap dunia sudah ada ditangan kita semua, namun jangan sampai akses yang terbuka tersebut, justeru kita terbuai dengan kecantikan dan keasrian budaya lain, padahal Indonesia memiliki budaya bangsa yang begitu banyak, dari sabang sampai merauke, yang patut kita bangga akan khasanah budaya tersebut. Semua ada di Indonesia, tentang keragaman, tentang perbedaan, tentang apa saja, ada. Bahwa dengan keberagaman tersebut, generasi kita sebelumya telah membuktikan Indoensia dapat bersatu dalam perbedaan tersebut, seperti semboyan Bhineka Tunggal Ika,”kata Wakil Ketua I Komite III DPD RI, Evi Apita Maya, Senin kemarin di saat memberi sosialisasi Empat Pilar di Lombok Tengah.

Dijelaskannya, terlihat dalam kegiatan sosialisasi itu, peserta sangat antusias melemparkan berbagai pertanyaan yang menambah alotya diskusi. Peserta yang sebagian besarnya adalah mahasiswa, merasa bahwa kegiatan semacam ini tentu dapat memberi pencerahan sekaligus mengembalikan ingatan dan pemahaman mereka terhadap kebanggannya pada Bangsa dan Negara tercinta, dan berharap dapat dilaksanakan bukan saja pada mahasiswa, namun juga pada sekolah-sekolah, generasi millennial dalam kelompok-kelompok kepemudaan lainnya.

Dikatakan, Evi  bahwa pentingnya para generasi muda menangkal radikalime. Radikalisme tidak mempunyai ruang di negeri ini, karena negeri ini dibangun atas dasar kesamaan visi dan misi dalam membangun kesatuan langkah, mereka berasal dari berbagai elemen yang berbeda, dan menyatakannya bersatu dalam kesatuan ruang dan waktu kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Negara kesatuan republic Indonesia. Karena itu, pemateri mengajak semua peserta, semua pihak agar melanjutkan semangat generasi sebelumnya untuk senantiasa merajut kebersamaan, serta berpacu dalam mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal-hal yang terbaik buat bangsa.

“Empat pilar ini, merupakan pondasi kehidupan berbagsa. Kita tidak boleh melupakan perjuangan bangsa ini, termasud nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Bangsa ini dibangun atas dasar kebersamaan dan kesepahaman ditengah perbedaan suku, ras dan agama," sebut  Anggota DPD-RI DAPIL NTB Evi Apita Maya.

Sementara, perwakilan Pemuda Pancasila Cabang Lombok Tengah, Muhammad apriadi abdi Negara, SH menitik beratkan pada isu-isu kekinian, seperti mudahnya generasi menyerap wajah-wajah kehidupan dari luar, mencontoh kehidupan dari luar, padahal Indoensia sendiri memiliki keanekaragaman budaya bangsa yang begitu kaya. 

“Khasanah budaya yang banyak itu, anugerah buat kita semua, dan menjadi pondasi kehidupan bagi para generasi mendatang,”bebernya. 

Diterngkan juga bila warga bangsa ini sadar bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara, sesungguhnya dengan memahami Pancasila tentu dapat menangkal masuknya pengaruh negative globalisasi. Juga bila ingin menghancurkan sebuah bangsa, putuskan dengan sejarahya, putuskan dengan leluhurnya. 

Terakhir, Ketua Panitia, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran senator cantik asal NTB itu di Lombok Tengah (Loteng). Pada kegiata itu tentu menyasar generasi muda agar bisa memaknai pancasila sebagai ideologi Negara. 

“Berharap pada generasi muda agar lebih bisa mencitai Negara dan Bangsa. Tidak terpengarus derasnya teknologi saat ini,”ucapnya. (red)