Tidak Tertib Berlalulintas, Psikologi Unram: Banyak Hormon di Kepala Tentang Memori yang Salah -->

Iklan 970x250px

Tidak Tertib Berlalulintas, Psikologi Unram: Banyak Hormon di Kepala Tentang Memori yang Salah

Jumat, 28 Agustus 2020
Foto: Penyerahan Cindra Mata oleh Ketua PKC PMII Bali Nusra Aziz ke Salah satu Pemateri Pujiarohma, M. Psi Dosen Psikologi Universitas Mataram (UNRAM). (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: Ditengah pandemi covid19, tertib berkendara di jalan raya tidak luput dari perhatian Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusa Tenggara untuk tetap menataati standard protokol kesehatan dari pemerintah.

PKC PMII Bali-Nusra Menggelar Ngobrol Pintar bertemakan "Budaya Tertib Lalu Lintas Saat Pandemi Covid19", mendatangkan narasumber dari Dirlantas Polda NTB, Kepala Dinas Perhubungan NTB, dan Dari Ahli Psikologi, bertempat di Nice Coffee Mataram dengan dihadiri sejumlah mahasiswa, Pemuda dan Organisasi Kepemudaan dan mahasiswa di Kota Mataram. Jumat (28/08/2020).

Ketua PKC PMII Bali-Nusra Aziz Muslim 
mengajak Pemuda dan dan masyarakat selalu tertib dalam berlalu lintas dan taati protokol Covid-19 saat berkendara.

"Diskusi tertib lalu lintas ini soal bagaimana berkendara dengan tertib sesuai dengan undang-undang lalu lintas dan sesuai dengab protokol Covid-19 sehinga soal keselamatan diri. Seperti Harus pake masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak," ungkapnya.

Berdasarkan data dari satuan lalu lintas Polda NTB, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir sudah sekitar 633 kecelakan yang terjadi, artinya setiap 2 hari sekali terjadi kecelakaan dan kondisinya sangat mengenaskan bahkan ada yg sampai meninggal.

"Dari data tersebut, kecelakaan lalu lintas itu sekitar 300 lebih korban kebanyakan Anak muda atau kelompok millenial, dan Rata-rata angka kecelakaan tertinggi itu adalah kendaraan roda dua sekitar 75 persen", Ungkap Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar, S.I.K

Ia juga menegaskan, bahwa tertib dan taat terhadap aturan lalulintas adalah untuk keselamatan diri, bukan karena takut karena ada polisi yang berjaga untuk menilang para pelanggar aturan lalilintas.

Kata ia, Menyelenggarakan keamanan kelamatan ketertiban di NTb saya setuju sekali sama sahabat saya mas Aziz bahwa endingnya pada dasarnya tertib lalulintas itu untuk keselamatan pribadi.

"Tapi 2 bulan terakhir masyarakat sudah mulai muncul kesadaran tentang keselamatan berkendara dengan tertib lalu lintas dan memakai helm", Kata Dirlantas Polda NTB.

Kepala Dinas Perhubungan NTB Drs. Lalu Bayu Windya, M.Si mengingatkan, bahwa Di musim pandemi Covid-19 selain mentaati aturan lalu lintas juga harus menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak sebelum, saat sedang dan setelah berkendara. Kecelakaan lalu lintas membunuh lebih banyak manusia dibandingkam dengan bencana gempa. 

"Bencana alam seperti gempa mungkin terjadi sekali dalam 50 tahun, sedangkan kecelakaan lalu lintas terjadi setiap hari", Ungkapnya.

"Mirisnya kebanyakan korban meninggal ini dikarenakam tidak memakai helm atau tidak taat aturan lalu lintas, dan perlu saya ingaatkan 72% kecelakaan terjadi di jalan lurus, 20% di tikungan, dan sisanya 8% di persimpangan", tambahnya.

Pujiarohma, M. Psi Dosen Psikologi Universitas Mataram (UNRAM) mengatakan, jelas-jelas sudah ada aturan tapi masih kemudian kita langgar, hal ini bisa di jelaskan dalam ilmu perilaku.

"Sudah banyak hormon di kepala tentang memori yang salah, sehingga perilaku lalu lintas juga menjadi salah. Perilalu negatif jika terus menerus di lakukan, itu berarti sedang menabung penyakit dalam hidup kita",sebutnya.

Ia menegaskan perilaku lalu lintas yang baik juga harus di tanamkan dalam dunia instalasi pendidikan, karna jika dilihat dari kecelakaan itu rata-rata nak muda, khususnya anak sekolah.

"Yang mengalami kecelakaan rata-rata generasi millenial, sekitar 15-30 itu korbannnya sampai 300 lebih. Setiap 6 kali kecelakaan 1 yg meninggal", pungkasnya. (red)