Penting Menjaga Suasana Hati -->

Iklan 970x250px

Penting Menjaga Suasana Hati

Rabu, 17 Juni 2020
Foto: Gubernur NTB dan Kadis  Kominfotik Gde Arya di saat silahturahmi bersama keluarga besar Dinas Kominfotik Provinsi NTB, (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: Suasana hati yang bahagia merupakan faktor penting dalam bekerja. Coba diibayangkan betapa tidak bergunanya jika banyak prestasi yang diraih tetapi suasana lingkungan kerja tidak nyaman dan bahagia bagi pegawainya. Karena itu, mulailah menciptakan sebisa mungkin agar suasana lingkungan kerja tetap nyaman dan harmonis baik antar pegawai maupun dengan  masyarakat.

"Saya bisa membayangkan, ketika kita melangkahkan kaki di Dinas Kominfotik ada sesuatu yang berbeda dari yang lain. Jika kebiasaan senyum serta tegur sapa yang ramah antar pegawainya dapat membuat suasana jadi serba indah. Hal sederhana itu yang perlu ditingkatkan jika ingin terlihat lingkungan kerja yang harmonis," pinta gubernur  NTB, Dr. Zulkieflimansyah saat melakukan silahturahmi bersama keluarga besar Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Mataram, Selasa(16/6/2020).

Gubernur Dr. Zul berharap di semua OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB agar segera menemukan metode baru dalam menciptakan lingkungan kerja yang adem dalam bekerja. Jangan sampai datang ke kantor atau lingkungan kerja lainnya, bawaannya mau marah-marah. Hal-hal yang sederhana saja yang memungkinkan orang bahagia perlu ditingkatkan dan dibiasakan.

"Alangkah indahnya jika kita masuk di kantor-kantor pemerintahan, ada senyum ramah, sapaan indah dan senyuman yang ditebarkan. Bukannya hanya senyuman yang dibikin-bikin. Semuanya harus didasari cinta dan kasih sayang dari hati yang paling dalam," pesan Dr. Zul.

Kalau semua itu dapat diwujudkan, kata Dr. Zul maka produktifitas dan inovasi dalam bekerja akan segera menyusul. Sebab hati sudah dibekali dengan rasa nyaman dan gembira yang tumbuh dari lingkungan kerja yang harmonis. Maka otomatis beban pikiran untuk memulai sebuah pekerjaan akan hilang dengan sendirinya. Begitu juga silahturahmi antar pimpinan dengan bawahannya harus tetap ada, baik kepala dinas dengan kepala bidangnya dan seterusnya.

Kalau silahturahmi antar pimpinan tetap terjalin, maka kebahgiaan dalam lingkungan kerjanya juga akan terwujud. Mindset berpikirnya harus begitu, meski terlihat sederhana namun impact psikologisnya sangat dalam. Sehingga jarak antar sesama dapat direkatkan kembali. (red)