Mobil Angkut Daging Curian di Dompu Dibakar, Pelaku Selamat dari Amukan Warga

Iklan 970x250px

Mobil Angkut Daging Curian di Dompu Dibakar, Pelaku Selamat dari Amukan Warga

Sunday, April 12, 2020
Foto: Mobil Pick Up yang Dibakar Massa. (ist/O'im)

Dompu, incinews.net: Kendaraan yang dicurigai oleh warga alat angkut hewan curian berupa sapi ternak pada Kamis kemarin (9/4) sekitar pukul 20.20 wita jenis mobil Pick Up (Suzuki Carry) dengan Sepeda Motor tanpa Nopol dibakar.

Kejadian bermula saat inisial JK als JF (29 Th) meminjam mobil pick up milik Amiruddin (53 th) yang beralamat di Dusun Kesi, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo dengan alasan untuk mengangkut gabah miliknya.

“Benar bahwa mobil pick up tersebut milik Amiruddin yang dipinjamkan kepada JK als JF Pada Kamis (9/4) sekitar pukul 16.00 wita. Namun dengan syarat bahwa yang menjadi supir adalah JA als JS (25 Th) yang merupakan anak dari Amiruddin”, terang Kapolsek Kempo AKP Made Sartika melalui Paur Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah.

Mobil tersebut kemudian di bawa oleh JA als JS dengan ditumpangi oleh 3 orang lainnya yakni JK als JF, JN als JD (29 Th), GN als GT (28 Th).

Kejadian pembakaranpun terjadi di Gang Jalan perbatasan Dusun Kesi, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo yang dilakukan oleh warga Desa Songgajah dan Desa Tolokalo. Yang sebelumnya, mobil tersebut mengangkut daging sapi yang sudah dipotong-potong dengan 1 (satu) unit kendaraan bermotor.

Pada saat massa membakar mobil tersebut sementara keempat orang yang menumpangi Mobil pick up tersebut melarikan diri dan sudah dilakukan upaya pencarian di rumah masing-masing namun keempat orang tersebut tidak ada.

“Kami telah melakukan upaya pencarian dan akhirnya pada Jumat (10/04) sekitar pukul 01.30 wita saya dihubungi oleh keluarga JA als JS dan FR bahwa kedua orang tersebut telah mengakui perbuatannya dan bersedia untuk menyerahkan diri”, jelas Bripka R.A Dermawan Kanit Reskrim Polsek Kempo.

Untuk Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mako Polres Dompu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (red)