Siaga Virus Corona, NU NTB Imbau Masyarakat Patuhi Perintah Ulama dan Umaro' -->

Iklan 970x250px

Siaga Virus Corona, NU NTB Imbau Masyarakat Patuhi Perintah Ulama dan Umaro'

Senin, 23 Maret 2020
Foto: Ketua PWNU NTB Prof Dr H Masnun Tahir. (ist/O'im).


Mataram, incinews.netFenomena wabah virus corona (covid-19) yang muncul di awal tahun 2020 ini semakin lama semakin membuat kekhawatiran di seluruh dunia termaksud indonesia lebih khusus daerah kita di NTB ini. Virus Corona ini muncul pertama kali di kota Wuhan provinsi Hubei China ini telah memakan korban ribuan nyawa dan menginfeksi puluhan ribu jiwa atau lebih di seluruh dunia.


Akibat virus ini, disamping korban yang terus berjatuhan yang mana terus angkanya terus meningkat. Informasi yang dihimpun telah mendekati hampir ratusan ribu jiwa baik yang meninggal ataupun yang terinfeksi, jutaan manusia lainnya terancam terkena wabah mematikan ini. Di samping itu, tercatat ratusan kota diisolasi, ribuan jalur penerbangan ditutup, bahkan secara khusus Negara Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh guna mengantisipasi tersebarnya wabah ini di dua tanah suci.


Menyikapi epidemi global ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) menghimbau masyarakat mematuhi perintah ulama dan umaro' terkait virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia terus bertambah. 

"Saya menghimbau semua masyarakat untuk mematuhi arahan dan himbauan dari umara' dan ulama," ujar Ketua PWNU NTB Prof Dr H Masnun Tahir, Senin (23/3/2020).

Wakil Rektor I UIN Mataram ini mengatakan, semakin merebaknya Virus Corona atau Covid-19, NU NTB mengajak semua masyarakat untuk mematuhi arahan dan himbauan dari umara' dan ulama. 

Umaro' yaitu dari pemerintah pusat sampai yang paling rendah, termasuk seruan dari Polri-TNI, ulama dari MUI, NU, Muhammadiyah dan NW.

"Semua bertujuan untuk kemaslahatan bersama dan terhindar dari wabah Covid-19," kata Prof Masnun

"Kami mengajak kita harus berikhtiar semaksimal mungkin, berdoa dan baru kita tawakal," imbuhnya

Umara' dan ulama mengeluarkan himbauan dan fatwa agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah, menghindari keramaian bukan tanpa kajian, dalil ataupun tanpa analisis kesehatan. Mereka mengambil pelajaran dan pengalaman dari negara yang sama-sama mengalami musibah ini. 

"Ulama kita mengedepankan kaidah  Dar'ul Mafasid Muqaddamun Ala Jalbil Mashalih (Menutup pintu  kemudaratan harus dikedepankan daripada mengambil manfaat)," ucapnya

"La Dharara Wa La Dhiraro (Jngan sampai mencelakakan diri sendiri dan orang lain)," sambungnya

Ditambahkannya, kebijakan pemerintah meliburkan sekolah, perkuliahan, melarang umroh, pengajian bahkan shalat Jum'at, bukan karena takut mati, tetapi agama mengajarkan agar kita melindungi jiwa manusia (hifzun nafsi).

"Makanya dari awal, NU mengajak semua pihak untuk berusaha berikhtiar seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, beraktivitas di rumah baru berdoa dan tawakal. Berdoa dengan membaca edaran dari PBNU, PWNU dan ormas lainnya seperti membaca shalawat Thibbil Qulub, Qunut Nazilah dengan harapan musibah Covid 19 cepat berlalu," tandasnya

Di saat kondisi sulit seperti ini, dibutuhkan ketaatan kepada umara' dan ulama serta kerendahan hati untuk mau diatur, selalu berikhtiar sambil berdoa mencari solusi sekaligus jalan menghadirkan penyelamatan Allah bagi semua orang.

"Mari kita membatasi diri untuk keluar rumah, kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya dari rumah. Dalam hadis sudah dijelaskan "Al-uzlah Salamah" (berdiam diri waktu ada wabah adalah pangkal kesalamatan)," kata Prof Masnun menambahkan (red)