Pimpinan DPRD Ingatkan Zul-Rohmi, 2020 Pertaruhan Program NTB Gemilang -->

Iklan 970x250px

Pimpinan DPRD Ingatkan Zul-Rohmi, 2020 Pertaruhan Program NTB Gemilang

Rabu, 15 Januari 2020


Mataram,Incinews.Net- Pencapaian Program NTB Gemilang Gubernur  Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) penentunya adalah di tahun 2020 ini.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Mori Hanafi, SE, M.Comm, senin kemarin (13/1/2019) diruang kerjanya.

Kata mori, Dalam rangka mempercepat NTB gemilang, saya melihat masih banyak kepala SKPD yang belum bisa mengikuti kelincahan pak Gubernur.

“Pak Gubernur sudah lari 100 meter sementara ada SKPD yang masih lari 20 meter. Pak Gubernur wajib melakukan evaluasi kinerja OPD dengan cepat. Jika tidak, tahun 2020 sebagai tahun pertaruhan program NTB Gemilang akan bisa buyar dan tidak bisa terwujud kedepannya,” sebut mori Politisi Gerindra ini.

Selain itu, ia juga Sesalkan ada  penempatan pimpinan SKPD yang belum sesuai dengan kompetensinya. kami khawatirkan dengan kejadian itu, program NTB Gemilang tidak sesuai harapan kedepannya. "Nah ini saatnya, 2020 ini adalah pertaruhan program NTB gemilang, maka kalo gagal, kami khawatir  Pak Gubernur NTB akan berat mewujudkan Visi-Misi didalam pemerintahanya,"ujar Mori.

Kembali mori menekankan, di tahun 2020 ini, pemerintahan ZulRohmi jangan main-main. Jangan salah pilih dalam menempatkan kepala SKPD. "Silahkan tempatkan orang yang menurut Pak Gubernur adalah orang yang terbaik, sesuai dengan kompetensinya dan jangan lama-lama, kalo bisa minggu ini ada mutasi dan pelantikan,"tandasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Apalagi ada Kadis yang mengundurkan diri, Kata Mori, Kalo saya boleh komentar, karena memang kadis yang mengundurkam diri tidak sesuai dengan kompetensinya. Dan itu tidak boleh terjadi lagi, "Kadisnya kasihan, Pak Gubernur juga kasihan. Untuk itu saat ini Pak Gubernur harus lebih berhati-hati dalam menempatkan kepala SKPD nya. Jangan sampai terjadi kesalahan seperti yang pernah sudah-sudah,"tutupnya. (inc)