NTB Provinsi Pertama Indonesia Jadi Pilot Project PLN Olah Sampah Jadi Energi -->

Iklan 970x250px

NTB Provinsi Pertama Indonesia Jadi Pilot Project PLN Olah Sampah Jadi Energi

Jumat, 24 Januari 2020
Foto: Ilustrasi

Loteng, Incinews.net- Pemprov NTB dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menandatangani kerja sama tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah menjadi Sumber Energi. 

Penandatanganan tersebut dilakukan Gubernur NTB Zulkiefhmansyah dengan Direktur Bisnis Regional Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Ahmad Roflq, di Gedung VIP Bandara lnternasional Lombok, Rabu (22/01/2020). 

Acara penandatanganan kerjasama itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Madani Mukarom, General Manager PT PLN Persero UIW NTB Rudi Purnomoloka, EVP pengembangan Regional Maluku Papua dan Nusa Tenggara Eman Prijono Wasito Adi, EVP Konstruksi regional Maluku Papua dan Nusa Tenggara, Robert Purba. 

Gubernur NTB menyampaikan bahwa meskipun penandatanganan kesepakatan ini terlihat sederhana, tapi merupakan satu hal yang sangat bersejarah. Betapa aksi pengelolaan sampah itu katanya sudah masuk ke desa dan dusun di seluruh NTB. 

"Ini menggelisahkan kami takutnya nanti masyarakat oke dan sudah aware terhadap permasalahan sampah, kemudian sampahnya mau dikemanakan. Ini menjadi perhatian kita bersama," ungkap Gubernur yang akrab dipanggil Bang Zul ini. 

Bang Zul ingin sampah yang ada tidak lagi menjadi sumber masalah, tapi menghadirkan keberkahan. Salah satu cara yang paling praktis adalah sampah itu harus diolah menjadi hal-hal yang produktif dan menghasilkan insentif keuangan. 

"Sekarang tanpa disuruh pun saya kira masyarakat segera akan membersihkan sampah untuk menjadikan hal-hal yang produktif terutama di desa-desa apalagi ini sesuai dengan keinginan kami menjadikan tourism atau pariwisata sebagai top priority," ucapnya. 

Lebih lanjut ia kembali menerangka, Sekarang alhamdulillah Zero Waste sudah jadi budaya baru dan kebutuhan kita semua sampai ke pelosok-pelosok desa dan dusun. "Ada semacam kesadaran yang membuncah bahwa Lingkungan yang bersih dan Asri itu memang jadi kebutuhan kita bersama saat ini," imbuhnya.

Di tengah riuh rendahnya kesadaran akan Zero Waste atau Bersih Sampah ini, Kata Bang Zul sapaan Akrabnya, ada juga kekhawatiran jangan-jangan masyarakat kemudian jadi putus asa bahkan apatis kalau zero waste ini tak juga menemukan solusinya yang nyata.
Sudah ada yang nyinyir seakan-akan Zero Waste ini hanyalah pepesan kosong.

"Alhamdulillah hari ini Pemda NTB dan PLN menandatangani kesepakatan di Mataram untuk memulai mengolah sampah jadi energi. Dengan kesepakatan ini PLN memberikan kita Mesin pengolah sampah untuk kemudian di jadikan energi untuk Pembangkit Listrik yang ada di NTB ini,"ungkapnya.

"Dan NTB adalah Provinsi pertama di Indonesia yang di jadikan Pilot Project oleh PLN utk mengolah sampah menjadi energi ini. Terima Kasih PLN atas terobosan yang luar biasa ini, " katanya.

Saya yakin, dengan hadirnya Industri Pengolahan sampah ini di NTB, Insya Allah Zero Waste tak hanya akan jadi slogan manis tapi jadi nyata di provinsi yg kita cintai ini. "Kalau ada kemauan dan keinginan, Allah akan membentangkan jalan keluarnya untuk kita semua,"pungkasnya.

Direktur Bisnis Regional Maluku, Papua dan Nusa Tenggara mengatakan, meski kerjasama ini belum besar, tapi sangat membantu PLN. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTB, telah banyak mendukung PLN. Salah satunya dengan memberikan bantuan untuk pasang gratis kepada para pelanggan baru PLN. 

"Program ini akan meningkatkan rasio elektriflkasi, sesuai perintah Presiden Jokowi bahwa ratio elektriflkasi harus 100 persen di seluruh Tanah Air tahun 2020," kata Ahmad Roflq. 

Roflq juga menyampaikan komitmen PLN untuk menjaga pasokan Iistrik di seluruh NTB. Menurutnya, fasilitas kelistrikan yang ada di NTB termasuk yang baik. Sehingga, apabila ada pembangkit yang mati, bisa digantikan dengan yang sedang standby. 

Kesepakatan antara Pemprov NTB dengan PLN menunjukkan komitmen pemerintah dan BUMN untuk menyukseskan program Zero Waste. Selain itu, kesepakatan tersebut juga akan menguatkan program Pengelolaan Sampah yang sudah dilakukan pemerintah dengan masyarakat, seperti pengadaan bank sampah di setiap desa. Di mana sampai dengan saat ini, sebanyak 473 bank sampah sudah terbentuk di seluruh wilayah NTB.  (Inc)