HMS : TKI Mardiana Kembali Kumpul Bersama Keluarganya di Bima

Iklan 970x250px

HMS : TKI Mardiana Kembali Kumpul Bersama Keluarganya di Bima

Wednesday, January 1, 2020

Bima ,Incinews.Net- Mardiana, Tenaga Kerja Wanita (TKW)  asal Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang terjebak perang di Negara Irak akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarganya.

Pasalnya Mardiana sudah diserahterima kepada pihak keluarga dan diantar langaung oleh petugas RPTC Provinsi NTB, Selasa (31/12/2019).

Kepastian kepulangan Mardiana itusetelah mendapat konfirmasi dari Anggota DPR RI Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa), H. Muhamad Syafrudin ST MM yang sedang menunaikan ibadah umroh di tanah Suci Mekkah.

"Alhamdulillah ibu Mardiana sudah bisa berkumpul bersama keluarganya di Bima. Tadi serahkan ke pihak Keluarga," katanya.

Walaupun kepulangan Mardiana atas upayanya berkoordinasi dengan pihak terkait, salahsatunya Kedubes RI untuk Irak. Namun pria yang akrab disapa HMS ini tetap merendah. Bahkan kepulangan Mardiana tidak terlepas doa dan dukungan semua pihak.

"Ibu Mardiana bisa kembali ke Bima atas dukungan semua pihak, terutama do'a masyarakat Bima dan Dompu," kata anggota Komisi IV DPR RI ini.

Belajar dari pengalaman itu, Politisi PAN ini menghimbau masyarakat NTB khususnya Pulau Sumbawa agar tidak terpengaruh iming-iming oknum penyalur jasa TKI yang tidak bertanggungjawab. Menjanjikan gaji yang besar dengan kerja yang ringan, sementara faktanya ditelantarkan.

"Tetap harus teliti. Administrasi dan keabsahan keberangkatan harus  diutamakan supaya tidak dimanfaatkan oknum-oknum tertentu,” ujarnya.

Seperti diketahui Mardiana berangkat dan sampai ke Negara Irak dengan menggunakan visa turis. Awalnya dijanjikan oleh sponsor bekerja di negara Turki, namun ditempatkan di Irak yang kondisi negaranya konflik (perang).

Lantaran tidak tahan dengan kondisi negara yang perang. Mardiana meminta bantuan HMS untuk memulangkannya. Setelah itu HMS langsung berkoordinasi dengan Dubes RI untuk Irak, menelusuri Mardiana.


Usai diketahui keberadaan Mardiana, pihak Kedubes menjemputnya dengan penuh tantangan dan selanjutnya dipulangkan ke Indonesia. (inc)