Salut, Cara Gubernur Tanggapi Polemik Nama Bandara

Iklan 970x250px

Salut, Cara Gubernur Tanggapi Polemik Nama Bandara

Sunday, November 17, 2019

Mataram,Incinews.Net- Ketua BPC Perhumas Mataram NTB, M. Zakiy Mubarok, menyatakan salut dengan cara  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menanggapi polemik terkait pergantian nama Bandara International Lombok (BIL) menjadi Bandara International Zainudin Abdul Madjid (BIZAM). 

Melalui akun facebooknya, Gubernur NTB yang memakai nama Bang Zul Zulkieflimansyah, menulis status yang isinya menanggapi rencana demontrasi penolakan perubahan nama bandara BIL menjadi BIZAM. Status yang diposting 17 November 2019, itupun viral di media sosial dan dikutip oleh sejumlah media online. 

Seperti diketahui, dalam status facebooknya, Gubernur NTB mengungkapkan, "menurut saya Demo wajar-wajar saja di era demokrasi seperti sekarang ini sebagai bentuk freedom of expression, adanya kebebasan berekspresi. Demo dan turun ke Jalan adl pilihan utk berekspresi jikalau ada kebuntuan komunikasi dan tak mungkin lagi kita membangun jembatan pengertian, gagal membangun bridge of reason and understanding. Tapi dalam konteks Perubahan nama Bandara, kita mestinya bisa jernih dan tak perlu mengekspresikan perasaan dan kemauaan dengan demo..."

Gubernur NTB menekankan, "jadi kalau masih ada yg mengganjal, nggak perlu demo2. Kami pemerintah provinsi bisa di temui kapan saja atau kami yg datang menemui. Bila perlu kalau dirasa belum cukup, kami siap menemani Pak Bupati Loteng atau perwakilan masyarakat utk bertemu dgn pemerintah pusat. Mari dgn kerendahan hati kita bangun daerah kita ini agar aman, nyaman dan membahagiakan kita semua .. "

Masih di status yang sama, Gubernur NTB menerangkan, "perubahan nama Bandara ini adalah keputusan Pemerintah pusat, bukan keputusan Gubernur atau Bupati, dan Keputusan mengganti nama bandara dgn Nama Maulana Syeh bukan karena beliau pendiri NW atau apa, tapi karena penghargaan pemerintah pusat kepada beliau sebagai Pahlawan Nasional. Beliau milik kita semua bangsa Indonesia. Beliau bukan milik kelompok atau daerah tertentu. Beliau kebanggaan kita semua..."

Narasi yang digunakan oleh Gubernur NTB, dalam sudut pandang komunikasi publik, adalah bentuk kesediaannya untuk terbuka dan transparans terhadap kebijakan. Orang nomor satu di NTB itu mengkonstruksi informasi kepada khalayak, di ruang terbatas (facebook/media sosial, red) namun dijangkau luas oleh masyarakat. 

"Spirit yang hendak dibangun oleh Pak Gubernur dalam status facebooknya itu menurut hemat saya adalah bentuk kesediaannya untuk membangun komunikasi dengan siapa saja sekaligus mengusulkan solusi untuk mendudukkan persoalan dengan baik dan benar, tanpa memihak ke salah satu kepentingan," urai Zakiy Mubarok. 

Karena itu, langkah baik Gubernur NTB itu sejatinya dapat disambut baik pula oleh semua pihak. Agar masalah pergantian nama bandara dari BIL ke BIZAM itu dapat diletakan secara objektif tanpa harus ada pihak yang dirugikan dan diuntungkan. "Seperti kata Pak Gubernur, daerah ini harus maju pariwisatanya, dan ramah investasinya," kata Zakiy Mubarok. (Inc)