NTB Produksi Kakao Tertinggi di Indonesia

Iklan 970x250px

NTB Produksi Kakao Tertinggi di Indonesia

Friday, November 8, 2019

Mataram,Incinews.Net- Sejak 25 tahun terakhir, kakao merupakan komoditas ekspor yang penting bagi Indonesia. Para petani di Indonesia memiliki kontribusi paling besar dalam produksi kakao nasional.

Para petani di Indonesia memiliki kontribusi paling besar dalam produksi kakao nasional yakni Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Mengatakan daerah di Indonesia yang produksi kakao tertinggi Adalah NTB, " NTB menjadi juara satu produksi kakao tertinggi di Indonesia, adanya di Lombok Utara, sementara penanaman kakao tertinggi di Indonesia itu daerah palu," kata Husnul Fauzi, kamis (7/11/2019)

Untuk memaksimalkan produksi tersebut, sambung Husnul, sebagai unit pengolahan untuk meningkatkan nilai ekonomi biji coklat yang merupakan salah satu komoditas unggulan Pemerintah daerah di Sektor perkebunan, pihak  Pemerintah daerah mebangun kampung kakao.

"Di lombok utara udah kita siapkan kampung kakao, termaksud nanti batangan coklat kita ciptakan disitu, itu menjadi terobosan kita,"ungkap Husnul yang sekarang jadi kuda hitam Calon Sekda NTB.

Selain kakao, kata husnul, Kedepan NTB akan mengekspor manggis, selama ini manggis di NTB diekspor melalui bali, nama balik yang naik. "NTB harus bisa mengekspor manggis tidak lagi lewat Bali, nanti kita ada program rumah industri manggis, kita launching saat HUT NTB,"pungkasnya.

Sementara, Bupati Lombok Utara Sebelumnya, Najmul menekankan, perlunya memperkenalkan produk olahan kakao ke luar daerah maupun luar negeri, sehingga Kabupaten Lombok Utara dikenal sebagai daerah wisata yang memiliki produk unggulan hasil perkebunan.

"Provinsi NTB menempatkan Lombok Utara sebagai penyangga kebutuhan kakao nasional. Itu artinya potensi kakao di Lombok Utara besar sekali. Kalau dulu kita jual gelondongan, sekarang dengan adanya rumah produksi, harapannya tentu produksi dan olahan bisa mempunyai nilai tambah," ujarnya. (Inc)