Pertanyaan Aktivis Tidak Mampu Dijawab, Narasumber Marah-Marah

Iklan 970x250px

Pertanyaan Aktivis Tidak Mampu Dijawab, Narasumber Marah-Marah

Jumat, 01 November 2019

Mataram, Incinews.Net- Acara yang digelar Badan Koordinasi  Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI Nusa Tenggara) berjalan penuh ketegangan dan emosi. Ketegangan Terjadi saat salah satu Narasumber Mashur Harahap diduga tidak mampu menjawab pertanyaan dari sejumlah peserta, saat acara Sarasehan Pemuda dengan tajuk 'NTB Gemilang Pemuda Bangkit’ di Kota Mataram yang didominasi oleh elemen mahasiswa dari Cipayung Plus Cabang Mataram.

Saat menjelaskan pertanyaan peserta tentang program Gubernur NTB, salah satunya pengiriman mahasiswa di luar negeri yang dipulangkan dari Korea Selatan, namun dijawabnya dengan suara yang diduga penuh emosi dan disertai Amarah."Kalau kalian mau demo, demo saja Gubernur itu,” cetus Mashur disertai marah-marah di hadapaan peserta, kamis (31/10/2019) malam di cafe TnT.

Merespon hal tersebut, salah seorang peserta Sarasehan, Muhammad Tohar dimintai komentarnya, sangat menyayangkan Narasumber yang dikenal dekat dengan Gubernur Zul selama ini melontarkan kemarahannya di hadapan para peserta.

“Sebagai Narasumber, harusnya menjunjung tinggi etika dalam memberikan pencerahan kepada para peserta diskusi. Namun apa, kami hanya mendengar ocehan yang tidak produktif yang dilontarkan oleh seorang narasumber, kalo gak bisa jelaskan gak usah marah gitu donk,”ungkapnya.

Sementara, Fadil mejelaskan, Saya kira itu tidak bagus sebagai seorang pemateri, "yang harus mengimbangi wacana kritik konstruktif untuk pemerintahan," kata fadil selaku admin jaringan Aktifis NTB saat dimintai tanggapannya, adanya Narasumber yang diduga marah-marah saat Kegiatan Badko HMI.

Sementara, secara terpisah, usai acara, Mashur Harahap  menjelaskan, Bahwa pihaknya tidak marah-marah, ia berdalil bahwa memang karakternya berapi-api seperti itu, dikarenakan dirinya menilai peserta diskusinya antusias dan bersemangat.

“Gak lah (saya marah-marah), saya persilahkan mahasiswa berdemontrasi jika ada yang dinilai janggal, karena pemerintah NTB gak anti kritik kok, asal dengan cara-cara yang baik dan sesuai aturan. Saya gak marah-marah kok, cuman memang karakter penyampaian saja yang agak berapi-api. Karena peserta diskusinya semangat, ya kita ikut semangat lah,” sebut Mashur. (inc)