Ketua Bawaslu Kota Bima : Money Politic Ibarat “Angin” Bisa Dirasakan Tetapi Tidak Terlihat

Iklan 970x250px

Ketua Bawaslu Kota Bima : Money Politic Ibarat “Angin” Bisa Dirasakan Tetapi Tidak Terlihat

Friday, November 15, 2019


Kota Bima, Incinews.Net- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, menggelar acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan Mengangkat Kearifan Budaya Lokal. Pada Kamis (14/11/2019), pukul 19; 30 wita atau malam Jum’at, bertempat di Halaman Kantor setempat.

Sebelum acara dibuka secara resmi oleh Panitia pelaksana, undangan dihibur dengan biola khas bima yang ditampilkan oleh “La Ahe “ dan pasangan.


 Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Gantao dari Sanggar Seni “ Nggahi Raka Ne’e”. Terhadap tampilan kedua seni budaya lokal bima tersebut, terlihat peserta undangan ketawa terpingkal-pingkal.


 Hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan dan Sataf Bawaslu Kota Bima, Ketua dan Anggota KPU Kota Bima, Akademisi Kota Bima, Lurah Penaraga, Ketua FKUB Kota Bima, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Budayawan serta KNPI Kota Bima, HMI Cabang Bima, PMII Cabang Bima, Awak Media.


 Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaimin, M.Pd, menyampaikan bahwa pada tanggal 20 Oktober tahun 2019, telah dilantik Presiden dan wakil Presiden rebublik indonesia, oleh karena demikian, seluruh tahapan pemilu tahun 2019 telah selesai,ungkapnya.
“Kami ucapkan terimaksih banyak kepada seluruh komponen di kota bima terlebih lagi Polri dan TNI, karena telah bersama-sama mewujudkan pemilu yang sukses”, ucap Muhaimin.

Sesuai dengan Undang-undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, mengamanatkan bahwa Lembaga Bawaslu tingkat kabupaten/ kota menjadi Permanen, tidak lagi ad hock. Setelah dipermanenkan dan telah selesainya tahapan Pemilu maka tugas bawaslu selanjutnya, sebagaimana muatan aturan diluar tahapan Pemilu maka ada tugas yang akan dilaksanakan seperti mencegah Praktik Politik Uang atau biasa dikenal dengan Money Politic. “ Pengawasan Money Politic tidak hanya dilakukan dalam tahapan melainkan juga diluar tahapan”, jelas Muhaimin.

“Money Politic adalah ancaman serius bagi kedaulatan pemilih, maka baik didalam maupun diluar tahapan pemilu harus dilakukan langkah pencegahan”, Katanya.

Dikatakan Muhaimin, jika dianalogikan politik uang, sama seperti angin, bisa dirakan tetapi tidak dapat dilihat, namun dampaknya luar biasa. Maka dengan demikian lang-langk pencegahan akan terus dilakukan, terangnya.

Selanjutkan Tugas Bawaslu ialah mengembangkan pengawasan Partisipatif. “Bawaslu kabupaten/Kota dan Provinsi sedang mengembangkan sekolah kader untuk pengawasan partisipatif,sekolah kader diharapkan memberikan pendidikan politik pada masyarakat sehingga mampu mendidik pemahaman pemilu yang baik dan jauh dari politik uang kedepanya”, tutup Muhaimin.


Sebelum acara ditutup, dilakukan penjaringan aspirasi dari seluruh perwakilan peserta yang hadir yang dipandu oleh Asrul Sani, SE. (inc)