NTB Di Tahun 2020 Akan Menjadi Tuan Rumah Pameran Kerajinan Nasional

Iklan 970x250px

NTB Di Tahun 2020 Akan Menjadi Tuan Rumah Pameran Kerajinan Nasional

Friday, October 4, 2019

Mataram, incinews.net- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini  Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan di tahun 2020 nanti, NTB akan menjadi tuan rumah pameran kria/kerajinan nasional. "Dan berlanjut di tahun 2021, NTB juga ditunjuk menjadi host inacraf di JCC,"sebut Hj. Niken,

Kedua event tersebut, menurut Niken merupakan ajang promosi  sekaligus momen untuk memasarkan berbagai hasil industri kerajinan NTB pada pangsa pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, pada rapat koordinasi itu, Niken meminta masukan dan saran-saran dari seluruh stakeholder terkait. Diantaranya dari BPBD, ITDC, OJK, PT. Aman Mineral, juga Bank Indonesia yang sangat konsens dalam pembinaan industri kerajinan tenun.

Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk membantu pengembangan produksi dan perluasan pemasaran hasil karya/ kerajinan rakyat, sehingga dapat mengangkat kesejahtraan para pengrajin yang menjadi penopang perekonomian daerah.

Hj. Niken yang juga Ketua Tim Penggerak PKK menegaskan bahwa NTB memiliki keragaman budaya dan hasil industri kerajinan rakyat yang sangat besar yang perlu terus ditingkatkan mutu dan jumlah produksinya serta  pangsa pasarnya. "Harus dipromosikan dan dipasarkan hingga ke dunia internasional", ujar Niken saat memimpin rapat koordinasi Dekranasda NTB, di rumah Dinas Gubernur NTB di Mataram, kemarin.

Tugas dekranasda, kata istri Gubernur yang akrab disapa Bang Zul (Zulkiefimansyah read) adalah memajukan kerajinan daerah. Melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi pengrajin, mulai dari proses produksi, pelestarian karakteristik dan peningkatan mutu serta pemassalan produk hingga menfasilitasi akses modal, keterampilan, pangsa pasar dan pengembangannya.

Istri Gubernur Zul tersebut menjelaskan bahwa produk-produk tenun dari NTB telah diakui secara nasional karena memiliki beragam motive/corak, warna dan kualitas yang sangat baik. Terutama kain tenun khas Sasak dan  juga kain tenun Bima. Kedua kain tenun itu sudah dikenal secara nasional dan diminati oleh pecinta tenun. "Tinggal diproduksi secara massal dan marketingnya ditingkatkan atau diperluas", ujarnya.

Niken mengaku ia bersama jajarannya mulai nenjajaki peluang kerja sana pemasaran dengan sejumlah perusahaan yang sudah maju. Serta memperkenalkan dan memasarkan tenun NTB  dan produk krya lainnya seperti ketak, mutiara dan lain-lain ke manca negara.  Diantaranya malaysia, singapura, dan darwin australia. "Alhamdulillah mendapat respon pisitif dari bayer", tuturnya.

Oleh karena itu, program Dekranasda 5 tahun kedepan, menurut Niken adalah terus mendorong peningkatan mutu dan jumlah produk kerajinan rakyat di NTB, sekaligus perluasan marketingnya.
Dekranasda NTB juga telah menetapkan program untuk menjadikan NTB sebagai showroom icon industri fashion, pusat busana muslim bercirikan khas daerah. Sehingga  produk-produk kerajinan tersebut harus disiapkan, ujarnya.

Ia menjelaskan di tahun 2020 nanti, NTB akan menjadi tuan rumah pameran kria/kerajinan nasional. Dan berlanjut di tahun 2021, NTB juga ditunjuk menjadi host inacraf di JCC. Kedua event tersebut, menurut Niken merupakan ajang promosi  sekaligus momen untuk memasarkan berbagai hasil industri kerajinan NTB pada pangsa pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, pada rapat koordinasi itu, Niken meminta masukan dan saran-saran dari seluruh stakeholder terkait. Diantaranya dari BPBD, ITDC, OJK, PT. Aman Mineral, juga Bank Indonesia yang sangat konsens dalam pembinaan industri kerajinan tenun.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB mengusulkan agar diadakan lomba desainer (desainer a ward) dalam rangka menjaring bibit-bibit desainer lokal  yang potensinya cukup besar. Sehingga kedepan NTB tidak selalu tergantung pada desainer luar.
Ia menyebut anak-anak muda NTB tidak kalah kreatif dan inovasinya, hanya saja mereka perlu diberi kesempatan dan ruang untuk berkreasi, ujarnya. Apalagi di NTB terdapat sejumlah lembaga pendidikan seperti SMK tata busana, juga pendidikan vokasi lainnya,  mereka perlu support dan ruang untuk tampil.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, H. Saswadi mengungkapkan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap program dekranasda NTB untuk memperluas pemasaran hasil erajiban NTB. Saswadi berharap produk kerajinan NTB segera bisa masuk ke mall dan pasar modern lainnya dan tidak hanya dipasarkan terbatas. Ia menyebut di  smesco (galeri kementrian Koperasi di jakarta)  penjualan hasil kerajinan NTB masuk 5 besar penjualan terbesar diantara 34 provinsi  se-indonesia. Karenanya untuk mendukung perluasan pemasaran tersebut, perlu diawali dengan penyediaan jumlah atau pemassalan produk, ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik, Gde Aryadi berkomitmen akan mendukung dan mengawal dari sisi publikasi, terutama di media nasional. Sedangkan Kepala Badan Penghubung NTB Syahrurachman berjanji ajan menyediakan space untuk Dekranasda NTB sebuah showroom yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, hal ini sebagai media promosi Dekranasda NTB Bersama UMKM terpilih yang mewakili NTB. “Di TMII ada showroom yang kosong dan ini merupakan milik Pemda NTB. Disitu setiap bulan ada sejumlah kegiatan/event yang selalu diramaikan pengunjung, sehingga cocok untuk promosi dan pemasaran hasil krya dari NTB” jelasnya. (Inc)