Mataram Demo Lagi, 26 Orang Diamankan, Inilah Nama Mahasiswa dan Polisi yang Jadi Korban luka -->

Iklan 970x250px

Mataram Demo Lagi, 26 Orang Diamankan, Inilah Nama Mahasiswa dan Polisi yang Jadi Korban luka

Rabu, 02 Oktober 2019

Mataram, NTB- Ratusan mahasiswa bersama masyarakat kembali berdemonstrasi di depan gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Jalan Udayana, Kota Mataram. Massa menolak UU KPK hasil revisi, RKUHP dan sejumlah RUU lainnya.

Perwakilan massa dari Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Syahrul Juan, menjelaskan, aksi kali kedua ini digelar untuk menagih janji Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda yang disampaikan pada Kamis (26/9).

Dalam janji yang disampaikan pada Kamis (26/9), pihak DPRD sepakat untuk meneruskan tuntutan mahasiswa ke Presiden Joko Widodo.

Aksi Unjuk Rasa dari kelompok mahasiswa Aliansi NTB Bergerak ini adalah gabungan dari BEM UNRAM, BEM UMMAT, IMM, HMI, BEM IKIP, BEM UNTB, LMND dan Kaum Tani Sembalun sebanyak 1000 orang pada hari Senin 30 September 2019 pkl 10.00 s.d. 19.40 wita.

Aksi yang berlangsung hingga malam hari menyababkan korban jatuh mengalami luka baik dari Mahasiswa dan pihak keamanan yaitu kepolisian.

 Adapun nama-nama mahasiswa yang mengalami luka ringan, yaitu:
1. Sdr. Sopian, 20 thn, Fak. Pertanian Unram, Semester 3, asal Lotim, Luka memar di paha kiri akibat dorong-dorongan sesama massa aksi (sudah pulang).
2. Sdr. Hafiz, alamat Karang Sukun Mataram, umur 20 thn belum Kuliah, mendapatkan penangan oleh PMI di Samping Kantor Bawaslu.
3. Sdr. Rais, 18 thn, Mahasiswa UNTB, Semester 1, asal Taliwang KSB, pingsan sesak nafas akibat terinjak di saat aksi unras (sudah pulang).
4. Sdr. Afra, 24 thn, Fak. Kedokteran Unizar, Semester 8, asal Malang, Sesak nafas terjatuh saat aksi unras (sudah pulang).
5. Sdri. Uzi Damayanti, Pr, 19 thn, fak. FKIP Unram, semester 3, asal Sumbawa, pingsan sesak nafas/ riwayat asma kambuh (rujuk puskesmas mataram saat ini sudah pulang).
6. Sdr. Ilham Khalid, Lk, 25 thn, asal Sumbawa, Univ Muhamadiyah, semester 3, luka robek akibat terkena batu saat unras. (rujuk puskesmas mataram saat ini sudah pulang).
7. Sdr. Muhtar, Lk, 21 thn, asal Sekarbela, fak. Hukum Unram, semester 7, luka lebam benturan benda tumpul (sudah pulang).
8. Sdr. Putri Anggrek Nurjulianti, Mahasiswa FKIP Muhamadiyah Mataram semester 7 jurusan Bahasa Inggris (Sekjen BEM FKIP UMM). Asal desa Lanci Jaya Kec. Manggelewa Dompu (Sakit Maag dirujuk RS Bhayangkara).
9. Sdr. Rizal, IKIP mataram, luka keseleo kaki kiri karena diinjak massa aksi.
10. Sdr. Irfan, Bima mhs UNTB, mengalami lemas.

Sementara yang mengalami luka-luka dari pihak Polri yaitu:
1. Briptu Sofian, Anggota Dalmas Polres Lotim luka pd kepala terkena lemparan batu.
2. Briptu Erwin, Anggota Dalmas Polres Mataram luka pd dagu karena lemparan massa.
3. Aiptu Eko Santoso, luka pd jari tangan akibat lemparan beling.
4. Brigadir Wyn Sucitra, Dalmas Polres Mtr,, lukaretak tulang pd kaki kanan krn lemparan batu.

Polda NTB Kabid Humas Kombes Pol Purnama, SIK mengatakan, Jajaran Polres Mataram yang dibantu Polda NTB tetap melakukan penggalangan terhadap para Ketua BEM/OKP peserta massa aksi dalam penyampaian aspirasi agar tidak melakukan aksi anarkis dan tidak mudah diprovokasi oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi. Melakukan pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup selama kegiatan berlangsung. Melakukan koordinasi dengan pihak DPRD Propinsi NTB dan Forkopimda.

"Ada dua puluh enam orang yang
diamankan terdiri dari 24 mahasiswa dan 2 oknum masyarakat. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan, bila terbukti melakukan tindak pidana maka akan diteruskan kepada penyidikan,"kata purnanama, Selasa (1/10/2019)

Kapolda NTB bersama Wakapolda juga menjenguk anggota Polri yang dirawat di rumah sakit karena lemparan batu. Juga melihat mahasiswi karena sakit maag.

Situasi dan kondisi dapat dikendalikan. Anggota segera melakukan konsolidasi pada pukul 20.25 WITA untuk mempersiapkan kembali aksi unras selanjutnya.

Polda NTB dan jajaran tetap menjamin kemerdekaan meyampaikan pendapat dimuka umum dalam bentuk unjuk rasa atau demontrasi. Namun diharapkan agar dilakukan dengan cara-cara yang tidak anarkis. "Agar tetap memperhatikan adanya pihak-pihak ketiga yang memanfaatkan aksi ini sehingga menjadi rusuh apalagi mengakibatkan korban jiwa," ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol H. Purnama, S.I.K. (inc)