Aksi Mahasiswa di Kota Mataram Dinilai Tidak Asli, Ada Kepentingan Politik -->

Iklan 970x250px

Aksi Mahasiswa di Kota Mataram Dinilai Tidak Asli, Ada Kepentingan Politik

Rabu, 02 Oktober 2019

Mataram, Incinews.Net- Ribuan mahasiswa sejumlah Daerah di NTB yakni Bima, dompu, Sumbawa dan kota Mataram NTB turun ke jalan berunjuk rasa sepekan terakhir. Salah satunya aksi jilid II Mahasiswa dikota Mataram, yang kembali digelar pada hari senin kemarin (30/9/2019). Tuntutan Massa aksi massa menolak UU KPK hasil revisi, RKUHP dan sejumlah RUU lainnya. Aksi kali kedua ini digelar untuk menagih janji Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda yang disampaikan pada Kamis (26/9/2019).

Aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD NTB ini hingga malam hari, berujung ricuh antara aksi massa dengan aparat keamanan dari kepolisian, menyebabkan korban luka berjatuhan. Sejumlah pedemo mengalami luka-luka, begitu juga dengan anggota aparat Kepolisian Polda NTB

Direskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji,SIK menjelaskan, sebenarnya, pihaknya sudah mengingatkan kepada massa aksi untuk membubarkan diri, dan segera pulang. aksi mereka sudah melewati batas waktu seperti yang tertuang dalam UU RI Nomor 9/1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum. "Makanya kita bubarkan Mereka secara paksa dengan water conon walau massa aksi membalasnya nya dengan lemparan batu, dan menyebabakan anggota polisi mengalami luka-luka,"ujarannya, selasa (1/10/2019) diruanganya.

Pada saat pembubaran itu, sambung ia, teridentifikasi sejumlah massa aksi yang diduga melempar batu ke arah aparat. "Mereka kemudian diamankan dan diklarifikasi di Polda NTB. Sampai akhirnya dibebaskan lagi,"ungkapnya.

Sementara, salah seorang dari orang tua  Nanang Alwi pelaku aksi yang diamankan Polda NTB, menuturkan, pihaknya sudah sering mengingatkan kepada anaknya (Nanang Alwi, red) agar tidak terlibat ikut-ikutan menggelar aksi unjuk rasa. "Saya selalu berpesan kepada anak saya, jangan sampai ikut ikutan demo, Karena demo ini bukan demo asli, ada kepentingan politik,mau menjatuhkan jokowi agar Jokowi tidak dilantik,"kata Lalu jafar Putra orantua dari saudara Alwi asal sakra lombok timur, saat sebelum menemui anaknya yang sedang diamankan polda NTB untuk dijemput dibawa pulang. "Ini jangan Sampai ditunggangi,jangan Sampai Jokowi dilatik,"tambahnya. Hal itu dia sampaikan, sesuai dengan informasi di televisi yang disampaikan salah seorang mentri Jokowi yakni Wiranto.

Terkait aksi yang dilakukan sejumlah mahasiswa, dengan merusak sejumlah fasilitas, baginya bukan seperti itu, lantas saya anti demo, tidak. Baginya setiap Aspirasi sudah diatur oleh undang-undang. "Ketemu sama dewan, jangan merusak mobil orang, bakar mobil orang, bukan itu namanya demo, perusak namanya, perusuh namanya ini,"ujarnya.

Lalu jafar Putra, sepakat apabila pendemo yang anarkis diproses sesuai aturan yang berlaku, sekalipun anaknya  menjadi pelaku. "kalo anak saya salah, silahkan dihukum,"katanya. (Inc)