Pemuda NW Angkat Bicara Soal Formula Jitu Zero Waste di NTB -->

Iklan 970x250px

Pemuda NW Angkat Bicara Soal Formula Jitu Zero Waste di NTB

Rabu, 04 September 2019

Mataram, inicinews.net- Masalah sampah plastik, terutama kantong plastik, saat ini sangat mendesak untuk diselesaikan. Dengan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% secara nasional pada tahun 2025, ditambah dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di lautan sebesar 70%, diperlukan peran berbagai pihak untuk terlibat dalam menciptakan solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Pemerintah Provinsi NTB membuat  kampanye bebas sampah lewat program NTB zero waste 2023 masih jadi pekerjaan panjang. Di lapisan masyarakat, istilah itu masih asing. Apalagi menjadikan bebas sampah jadi gaya hidup, dibutuhkan kampanye sungguh sungguh dari semua lapisan.

Moh Fihiruddin Mengatakan, Ada beberapa hal yang terjadi belakangan ini di tengah kampanye zero waste yang di degaungkan oleh pemprov NTB sebagai salah satu programnya. Berbicara tentang zero waste adalah istilah sangat asing di telinga masyarakat NTB. "Padahal praktiknya sudah di lakukan dari Puluhan tahun yang lalu," kata Moh Fihiruddin selaku Sekretaris Pimpinan wilayah Pemuda NW NTB, Rabu (4/9/2019)

Dikampung-kampung kita sering mendengar istilah Panci robek. Ketika masih kecil, sambun ia, adalah pengepul limbah sampah plastik dan barang bekas di lingkungan keluarga. Limbah sampah itu akan kami tukar dengan permen gula atau balon.

Priodesasi duet ZulRohmi kedepannya  dengan programnya terbebas dari sampah, menurut Moh Fihiruddin, sampah apalagi sampah plastik yang susah diurai oleh alam. Maka, dengan demikian, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Pemprov NTB.

Yakni, pertama, Pemprov NTB segera melakukan kampanye meminimalisir penggunaan sampah plastik di tingkat bawah dan ini tidak mudah, karena kita harus bertarung dengan agen-agen raksasa yang menyuplai penggunaan plastik ke pasar-pasar besar sampai pasar tradisional.

Yang kedua, segera mambangun sistem di tingkat  hulu sampe hilir salah satunya dengan mendirikan PRUSDA Bank sampah yang menampung seluruh limbah sampah besi dan plastik yang ada di NTB. Sehingga dana yang di kucurkan untuk program ini bisa kembali dan mendapatkan benefit yang besar. "Harga limbah sampah di tingkat pengepul  sekitar Rp 2000-RP 2500/ Kg.
Setelah  diolah/dilebur oleh mesin yang ada di bank sampah induk, akan menjadi RP 15.000/kg. Sebuah keuntungan yang sangat fantastik bila di kelola dengan benar," sebut pria yang Akrab dipanggil fihir

"Program Zero Waste ini adalah bentuk kepedulian duet Duo Doktor terhadap lingkungan. Dan dari sini kita berharap untuk kedepannya Nusa tenggara barat bebas dri smpah plastik yang susah terurai oleh alam," pungkasnya. (Inc