Aksi Bagi-bagi Uang Walikota Dinilai Tumbuhkan Bibit Kemiskinan -->

Iklan 970x250px

Aksi Bagi-bagi Uang Walikota Dinilai Tumbuhkan Bibit Kemiskinan

Rabu, 18 September 2019
Sumber Foto, Facebook Bumi Nugroho

Kota Bima, Incinews.Net-Pemerhati Sosiologi Pembangunan, Makruf M.Si, menilai aksi pembagian uang tunai yang dilakukan Walikota Bima, H. M. Lutfi SE tidak tepat, karena sebagai bibit yang berpotensi menumbuhkan angka kemiskinan.

“Uang tunai kekuasaan surplus kemiskinan, defisit kemakmuran,” katanya, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, keberadaan masyarakat Kota yang sifatnya heteregon akan mengakibatkan kecemburuan social. Karena hanya menyentuh sejumlah atau kalangan masyarakat tertentu saja.

"Tidak bisa ada masyarakat yang dianakemaskan karena berpotensi menciptakan konflik. Ini konsekuensi logisnya,” papar Magister Sosiologi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Selain itu, pejabat atau oknum birokrat yang membagikan uang tunai di ruang publik, diluar jam dinas dengan dikelilingi banyak kamera, sama halnya menciderai cultur yakni “Tangan dibawah lebih baik tangan diatas”.

“Saya kira hal semacam ini harus lebih dipahami sebelum bertindak. Walikota itu adalah pemimpin, bukan masyarakat biasa,” ujarnya.

Ia berpendapat, oknum pejabat daerah yang membagikan uang tunai tanpa pendalaman atau penjabaran dari visi-misinya, meskipun menggunakan dalil beramal ataupun sebagainya bisa disebut narsis.

“Beramal itu tidak sampai heboh dan diketahui orang. Apalagi heboh, sampai difoto hingga diberitakan,” katanya.

Makruf menyarankan kepada Walikota termasuk pejabat daerah lainnya, jika ingin beramal harus ada tempatnya. Misalnya di pantai jompo,  yatim piatu atau di lokasi masyarakat yang sedang tertimpa dan mengalami musibah.

“Cara ini pun harus pertama dan utama oleh yang bersangkutan supaya dapat menjadi role model bagi yang lain,” katanya. (Inc)