Ketua KNPI, Menilai Camat Wera Gagal Menyambut HUT RI Ke 74 -->

Iklan 970x250px

Ketua KNPI, Menilai Camat Wera Gagal Menyambut HUT RI Ke 74

Rabu, 14 Agustus 2019

Bima, Incinews.Net- Perayaan lomba 17 Agustus merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Beragam lomba yang diadakan dari tahun ke tahun cenderung sama, antusiasme masyarakat dalam mengikutinya tidak perlu diragukan lagi oleh pemeritah kecamatan apabila hal demikian diadakan, semuanya itu tergantung dari inisiatif Camat Wera selaku ketua wilayah. Ucap Fahri S. Pd, pada Rabu (14/8).

Mulai dari anak-anak, pemuda hingga orang tuapun ikut memeriahkan hari kebanggaan ini, semuanya tidak melewatkan moment seru yang memang menjadi budaya tiap bulan 17 agustus dalam satu kali setahun, Kata Fahri.

"Seharusnya beragam lomba kegiatanpun dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan 17 agustus harus diadakan oleh pemerintah Kecamatan Wera, seperti panjat pinang, tarik tambang dan balap karung, ini semua harus dilestarikan disetiap momentum 17 agustus. Lomba itu juga menandakan adanya semangat gotong- royong dan juga strategi para pelomba berbagai jenis tersebut, tapi yang paling utama dan penting adanya permainan tanpa ada permusuhan", pungkas Fahri.

Dikatanya, Beragam juga hadiah unik dan menarikpun banyak dijumpai dari tahun sebelumnya, mulai peralatan dapur hingga barang-barang elektronik dan lain-lain, ini semua menjadi penyemangat yang memang harus di bangkitkan oleh pemerintah kecamatan yang memiliki kewenangan dalam hal tersebut.

Sementara disisi lain bahwa kegiatan lomba panjat pinang, tari tambang, balap karung dan lain-lain itu tidak diadakan atau tidak dilestarikan oleh pemerintah kecamatan wera dalam menyambut hari 17 agustus. " Kok hanya kegiatan Karnafal, gerak jalan cepat, gerak jalan indah dan upacara bendera saja", jelasnya.

Lanjut Fahri, Di era generasi milenial ini bahwa eksistensi perlombaan tradisonal harus dijumpai disetiap tahun dalam momentum 17 agustus Karna lomba-lomba itu bernilai dan mempunyai makna sejarahnya, meski sekedar hiburan, tapi merekam memori kolektif, apalagi realitanya perlombaan ini tidak hanya ditemukan di wilayah pedesaan, tetapi juga ada didaerah perkotaan bahkan disetiap penjuru."Ini sangat mengecewakan sikap pemerintah Kecamatan Wera", terangnya.

Selaku Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Wera maupun masyarakat wera pada umumnya, Camat Wera harus membuka cara berpikir yang maju dalam menerapkan ide dan gagasannya agar Kecamatan Wera memikiki daya kreatif dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) RI ke 74 Tahun. Ia jugapun berharap kepada Bupati Bima untuk segera melakukan pembinaan terhadap Camat Wera terkait persoalan tersebut, tegasnya.

Sementara camat Wera H. Ridwan H. Awahab, S.Sos yang di konfirmasi melalui seluler rabu, (14/8) megatakan bahwa kegiatan itu membutuhkan dana, pemerintah kecamata hanya bentuknya partisipasi.Untuk keberlanjutan mohon di konfirmasi dengan panitia sebgai pihak penyelenggara, ungkapnya.

Ketua panitia Mawardin,S. Pdi dalam pemaparannya, "Kami dari panitia telah memberikan ruang kepada Seluruh seksi untuk merencanakan kegiatan apa saja yang harus dilaksanakan. Kemungkinan para seksi tidak mau repot sehingga membangun kegiatan karnafal, gerak jalan cepat, gerak jalan indah dan pawai budaya, Itu saja rangkaian kegiatan memeriahkan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke 74 tahun 2019, jelasnya. ( Inc).