Anggota TNI Sasak dan Mbojo Jadi Korban KKB, Pemerintah dan Panglima TNI Harus Tindak Tegas -->

Iklan 970x250px

Anggota TNI Sasak dan Mbojo Jadi Korban KKB, Pemerintah dan Panglima TNI Harus Tindak Tegas

Senin, 19 Agustus 2019
Dari kiri, ketua IMSAK Zaen Salim, Ketua IKMA NTB Sahrul,  Ketua PMII DKI Daud Gerung Direktur Al Mentra Institute, Karman BM

Jakarta, incinews.Net-Penembakan Oleh KKSB, terhadap 2 orang Anggota TNI yang baru  selesai mengantar perbekalan untuk personel Pos Pamrahwan TNI yang berada di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Penembakan yang terjadi di Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang menimpa saudara kami asal NTB membuat kami prihatin terhadap kondisi di Tanah Papua, tepatnya di Mbua, Kabupaten Nduga.

Peristiwa itu terjadi ketika 2 orang Anggota TNI yang baru selesai mengantar perbekalan untuk personel Pos Pamrahwan TNI di Mbua. Pratu Panji (Tertembak lengan kiri) dan Pratu Sirwandi (tertembak pada bagian dada dan perut serta paha). Terkait hal tersebut beberapa perwakilan warga NTB yang tinggal di jakarta merespond dengan cepat.

Direktur Al Mentra Institute Karman BM, mengungkapkan rasa duka yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia, khususnya warga NTB yang bertugas dan menjadi korban penembakan.

"Kita semua bangsa Indonesia berduka atas peristiwa tersebut, Kami Mahasiswa, pemuda dab warga NTB di Jakarta turut berbela sungkawa dan duka cita yang sedalam-dalamnya  atas peristiwa ini. Peristiwa duka ini juga menjadi duka bangsa indonesia, dan atas peristiwa penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ini, kita akan kenang para korban, Bahwa mereka gugur sebagai pahlawan," ungkap Karman, Penggagas Paguyuban Sasambo Connection itu di bilangan Menteng, 18 Agustus 2019.

Di tempat yang sama, Daud Gerung mengatakan bahwa Kami dari  Mahasiswa NTB Jakarta Juga mendesak Pemerintah bahwa peristiwa  penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ini bukan kali pertama, ini adalah kesekian kalinya, Pemerintah dan panglima TNI harus melihat ini sebagai peristiwa kejahatan luar biasa, kita semua tentu tidak menginginkan hal ini terus terjadi apalagi sampai korban terus berjatuhan baik dari Anggota TNI/Polri, maupun warga sipil.

"Negara harus bersikap tegas dan cepat, bila diperlukan Panglima TNI harus segera memerintahkan anggotanya untuk mengepung kelompok kriminal ini sampai ketempat persembunyiannya, karena peristiwa semacam ini tak boleh lagi terus terulang dikemudian hari," tutur Ketua PKC PMII DKI Jakarta asal Lombok.

Harapan yang sama disampaikan juga oleh Ketua Umum Ikatan Mahasiswa NTB-Jakarta (IKMA), Sahrul MS. "Ia berharap pemerintah dalam waktu yang tidak terlalu lama harus menyerang balik Kelompok Kriminal tersebut, sebab kalau tidak diambil tindakan dan langkah tegas, mereka dipastikan terus berulah dan bisa menambah daftar panjang korban yang akan berjatuhan, langkah itu diperlukan mengingat disisi lain langkah-langkah persuasif sulit dilakukan kepada kelompok kriminal tersebut untuk saat ini," ungkapnya.

Selanjutnya Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sasak-Jakarta (IMSAK), M. Zaen Salim mengatakan kami ikut berbela sungkawa atas meninggalnya saudara Pratu Sirwadi dan Pratu Panji.

"Ia mengatakan bahwa pihak-pihak terkait, seperti pemerintah pusat, daerah dan pejabat tinggi TNI-POLRI juga harus memberikan perhatian kepada keluarga korban yang ditinggal. Perhatian bukan hanya dalam bentuk turut berbelasungkawa, namun memberikan pendampingan kepada keluarga dan santunan kepada keluarga korban. Baik kepada korban yang meninggal dunia dan yang masih dirawat di RS Wamena."

Peristiwa itu berawal pada tanggal 16 Agustus  kemarin, sekitar pukul 15.30 WIT Dua kendaraan TNI yang sedang konvoi mengangkut logistik Satgas Pamrahwan, terjadi baku tembak Dengan KKB Papua. Menyebabkan 2 pers Yonif RK 751 alami luka tembak yaitu  Prt Panji Pria asal Bima itu luka tembak lengan kiri, Prt Sirwandi pria asal lombok timur itu luka tembak paha kiri tembus ke pinggang yang akhirnya meninggal dunia. (Inc)