HMI Berduka: Mari Berdo'a Untuk Muhammad Rustam Kader HMI Cabang Mataram -->

Iklan 970x250px

HMI Berduka: Mari Berdo'a Untuk Muhammad Rustam Kader HMI Cabang Mataram

Kamis, 04 Juli 2019

Mataram,Incinews,Net-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berduka, Muhammad Rustam Bin Mayor, Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Muhamadiyah Mataram (UMM) dikabarkan meninggal dunia pada rabu, (3/7/2019).

Rustam menghembuskan napas terakhir saat sedang menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Dompu NTB.

Andi Kurniawan  membenarkan kabar tersebut. “Iya, saya dengar kabar (meninggal) sekitar jam 10 pagi tadi. Innalillahi wa innailaihi roji'un, kakandaku sayang. lagi-lagi muda bukan jaminan untuk menjeritkan segala impian kita meraih mimpi didunia. Sementara Tuhan adalah penentu segalanya,dan usia muda dihabiskan untukk mengabdi adalah pilihan yang luar biasa, pintu surga sudah menantimu Kakandaku, selamat jalan semoga tenang dialam sana, aamin," kata Ketua Umum HMI Cabang Mataram Saat dihubungi media inicnews.net.

Selanjutnya, Andi Kurniawan menyampaikan Segenap seluruh Kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), terkhususnya HMI Cabang Mataram, merasakan kehilangan dan kesedihan atas berpulang kepangkuan Sang Penciptanya, senior muda HMI Muhammad Rustam telah pergi untuk selamanya. "Mari panjatkan Do'a untuk beliau,"himbaunya.

Meninggalnya Muhammad Rustam, tidak hanya meninggalkan luka dan kesedihan bagi istri, anak dan keluarga.

HMI komisariat UMM mataram ikut merasakan kehilangan dan kesedihan yang amat mendalam atas kepergian salah satu senior yang dimiliki Komisariat UMM Mataram. Saat menjabat dikenal sosok yang sangat tegas dan penuh tanggunga jawab.

"Kami selaku keluarga besar HMI komisariat UMM Mataram turut berduka atas berpulangnya sosok pemimpin yang tegas, bijak dan bertanggung jawab,"kata Bambang Irawan Alumni Kader HMI Komisariat UMM mataram.

Ia adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki HMI, selama kuliah aktif berproses di HMI untuk mengabdikan diri demi umat. Ia mendaftar dikampus UMM mataram tahun 2009 dan jadi Mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengambil Jurusan Bahasa Indonesia, dan lahir di Bima 4 Mei 1990.

Ia dikenal salah satu sosok Yang punya Rasa simpati sosial tinggi. Tak heran di senangi banyak teman dan sahabat. "Bisa membawa diri, gesit dalam bekerja. Tapi kini, ia telah menemui panggilan Allah. TURUT BERDUKA,"kata Anas Fadlin asal desa bolo, selaku kerabat, dalam cuitan FB nya.

"Muhammad Rustam adalah kader Hijau Hitam. semua Kader merasa Duka yang mendalam, semua kaget, ia pergi di Usia Muda, ia berencana akan maju dalam pilkades tahun ini, merupakan kendidat terkuat dengan mendapat dukungan dari keluarga besar dan masyarakat Desa Dena Madapangga. Status facebook, WA dan media sosial HMI rame dengan ucapan Duka".

Sementara, adik Kandung Almarhum, ahmad akbar menjelaskan, Sakit yang diderita Almarhum (Muhammad rustam,red) mulai akhir puasa dengan mencret selama 2 minggu. Keadaan beliau membaik dan selama beberapa minggu beliau sehat dan menjalankan aktifitas seperti biasa. Kemudian,  beliau kembali jatuh sakit dan masuk puskesmas selama 1 hari. Selanjutnya beliau kembali di rawat di rumah, dan tepat nya 1 Minggu lebih kemarin beliau langsung menjalani pengobatan di dokter spesialis dan kemudian beliau menunggu hasil pemeriksaan selama satu minggu.

"Hasilnya beliau megalami sakit Hepatitis kemudian hari senin (1/7/2019) pagi beliau pergi ke RSUD dompu untuk menjalani pengobatan dan tepat nya hari rabu jam 10:40 menghembuskan nafas terakhir nya," paparnya.

Detik-detik terakhir, ahmad akbar megatakan, sebelum beliau meninggal ketika koma, tiba-tiba beliau bangun dari koma sekitar 40 menit beliau sadar dan langsung berdoa dan mohon maaf kepada kedua orang tua dan keluarga yang menemani dan beliau azan dan solat bekali kali dan akhirnya beliau kembali koma dan meninggal dunia. "Saya minta do'a nya teman-tema semua buat Almarhum. Semoga dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT dan khusnul Khotimah,amin"tutupnya.

Selain, HMI, Himpunan Mahasiswa Madapangga (HIMA MPB) Mataram ikut berduka, hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Kance. Dalam keterangan menyampaikan ikut berduka cita yang sangat mendalam, senior kami telah pergi meninggalkan banyak kenangan untuk kami yang ditinggalkan. "Semoga Engkau tenang di alam sana abangku, Alfatiha,aamin,"katanya singkat.

Di HMI, Muhammad Rustam atau akrab disapa royen, LK I tahun 2009 di pesantren Haramain putra Lombok Barat, pernah menjabat Ketua Umum Komisariat UMM mataram 2011-2012 dan jabatan terakhirnya distruktur Sebagai Pengurus Cabang 2012-2013 sebagai Wasekjen.

Rustam menyelesaikan studinya dan diwisuda akhir tahun 2013. Tidak berselang Lama, lantas iya memilih untuk mempersunting wanita pujaan hatinya yang sejak SMP merajut cinta. Sempat mengajar di SMA 1 Madapangga dan Menjadi pembinan Pramuka. 

Sekarang Iya aktif mengajar di SMP Muhammadiyah Dena dan bekerja di PKH hingga ia bertemu dengan Penciptanya.

Menjadi catatan, Almarhum meninggalkan satu Orang anak laki-laki kurang lebih 3.5 tahun dan seorang istri. Sebelum menghembuskan Napas terkahir, oleh pihak keluarga rencananya akan dirujuk ke RSUP Mataram atau Rumah sakit di Bali .(inc)