Sekolah di Pinggiran Tidak Layak, Penggiat Literasi Harap Dinas Pendidikan Kabupaten Buka Hati -->

Iklan 970x250px

Sekolah di Pinggiran Tidak Layak, Penggiat Literasi Harap Dinas Pendidikan Kabupaten Buka Hati

Minggu, 16 Juni 2019


Bima,Incinews.Net- Direktur Sarangge Baca Adipati,S.Pd dan Direktur Rumah Baca Al-Ayubi Sape selaku penggiat literasi kabupaten bima, melakukan perjalanan di kecamatan langgudu. pada Sabtu (15/6).

Selaku penggiat literasi,vperhatian paling utama adalah kondisi pendidikan di berbagai pelosok kabupaten bima, baik itu infraktuktur sekolah, sumber daya siswa,guru dan lingkunganya,ungkap adipati.
Dipati menjelaskan cerminan kehidupan dan pembangunan yang sebenarnya ada di pinggiran. Kalau mau melihat kehidupan dan pembangunan Indonesia sesungguhnya, maka lihatlah Indonesia bagian timur, kalau mau melihat kehidupan dan pembangunan nusa tenggara barat (NTB), maka lihatlah kehidupan dan Pembangunan yang dilakukan diBima sebagai ujung timur NTB, kalau mau melihat Kehidupan dan pembangunan di kabupaten bima, maka lihatlah kehidupan dan pembangunan di bima bagian pinggiran dan pedalaman, dengan sendirinya akan lihat kabupaten bima yang sesungguhnya,Katanya.
Terlihat betul bagaimana perhatian, kehadiran dan keberpihakan negara tidak ada sama sekali terhadap salah satu sekolah negeri di kecamatan langgudu kabupaten bima yang sangat memprihatinkan baik keadaan fisik bangunan maupun sarana penunjang lainnya yang tidak memadai,Jelasnya.

“Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Oi U’a Desa Dumu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima yang didirikan 32 Tahun setelah Kemerdekaan, yakni sejak tahun 1977, namun masih jauh dari kata layak”,Katanya.

Katanya, setiap warga negara mendapatkan Hak yang sama dan dijamin oleh Negara yaitu hak mendapatkan pendidikan yang layak, namun kontradiksi dengan realitas yang ada di SDN Inpres Oi U’a,Tegas Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ini.

Amanah Undang-undangpun menegaskan tentang mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara tapi Perpustakaan Sekolah, jauh juga dari kata layak termasuk bahan bacaanya, Terang Adipati.

“ Ada 65 Siswa dan 17 Guru Honorer dan PNS disekolah SDN Inpres Oi U’a”,Katanya.
 Adipati berharap pemerintah daerah khusunya dinas pendidikan,kebudayaan, pemuda dan olahraga kabupaten bima, membuka hati nuraninya, dengan melihat kondisi pendidikan di kabupaten bima,Tutupnya. (Inc)