Incinews.net
Selasa, 05 Mei 2026, 22.02 WIB
Last Updated 2026-05-05T14:05:20Z
BGNDinas Kesehatanmakan Gizi Gratis'Mitra SPPG

Dapur MBG Satu Atap dengan Gudang Jagung Disorot, Mitra Uma Lengge Gelar Evaluasi Lintas Sektor

Foto: Foto bersama Mitra SPPG dan Himpunan Mahasiswa Wawo (Sumber: Tim).


Incinews.net|Kab.Bima. Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan WawoKabupaten Bima, yang diduga berada satu atap dengan gudang jagung, mendorong digelarnya pertemuan evaluasi lintas sektor oleh mitra MBG Uma Lengge atau Maria 3, Selasa (5/5/2026).


Pertemuan berlangsung di lokasi SPPG setempat dan dipimpin mitra MBG, H. Kasnun, dengan menghadirkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Korwil Dikpora Kecamatan Wawo, Camat Wawo, unsur TNI-Polri, kepala sekolah, Koordinator SPPG Kabupaten Bima, LSM, hingga insan pers.


Evaluasi dilakukan setelah Himpunan Mahasiswa Wawo melalui Kabid Aksi dan Advokasi, Taufik, sebelumnya menyoroti aktivitas pergudangan jagung yang berada di area dapur MBG. Kondisi itu dinilai berpotensi memengaruhi kualitas sanitasi dan pelayanan program makan bergizi gratis.


Selain menggelar dialog, para pihak juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan, sanitasi, serta fasilitas di lokasi SPPG Uma Lengge atau Maria 3.


H. Kasnun mengatakan pertemuan tersebut digelar untuk menindaklanjuti sorotan yang berkembang sekaligus membuka ruang masukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Selain menanggapi sorotan dari adik-adik mahasiswa lewat media, lewat kegiatan ini kami di pihak mitra juga ingin mendapatkan masukan, kira-kira apa saja yang akan kami perbaiki guna memaksimalkan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.


Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menjelaskan pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi kelayakan sanitasi karena saat pemeriksaan awal belum ditemukan aktivitas pergudangan di lokasi tersebut.


Namun, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa kondisi bangunan, alat, sanitasi, dan aktivitas lain di sekitar dapur tetap menjadi bagian penting dalam penilaian karena berpotensi memengaruhi kualitas layanan MBG.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kabupaten Bima, Bagus Naini Santoso, menekankan bahwa aspek sanitasi menjadi syarat utama dalam operasional setiap SPPG agar tujuan program nasional tersebut berjalan sesuai standar pelayanan.


Dari hasil pertemuan itu, seluruh pihak menyepakati adanya pembenahan di lokasi SPPG, termasuk mencegah aktivitas selain pelayanan MBG di area dapur.


Taufik menegaskan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan hasil kesepakatan tersebut agar poin perbaikan benar-benar dipenuhi oleh pihak mitra MBG Uma Lengge. (Pel-Red)