Incinews.net|Kab. Bima. Program “Selasa Menyapa” yang digelar Pemerintah Kabupaten Bima menuai beragam tanggapan. Di satu sisi, warga mengapresiasi kehadiran langsung pemerintah yang membawa berbagai layanan ke desa. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang menilai program ini masih bersifat seremonial dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendasar.
Sejumlah pihak pada tim incinews.net mengungkapkan bahwa layanan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pengurusan administrasi, hingga perizinan memang membantu, tetapi hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung. Di luar itu, mereka mengaku masih menghadapi kesulitan yang sama, mulai dari akses layanan kesehatan hingga lambannya proses administrasi.
“Kalau ada kegiatan seperti ini memang cepat, tapi setelah itu kembali seperti biasa, tetap harus bolak-balik urus,” ungkapnya.
Kritik juga muncul terkait efektivitas program yang dinilai belum menyentuh persoalan jangka panjang. Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan sesaat, tetapi mampu memperbaiki sistem layanan agar lebih mudah diakses setiap hari tanpa harus menunggu agenda tertentu.
Selain itu, sebagian masyarakat mempertanyakan prioritas kegiatan yang dinilai lebih menonjolkan aktivitas simbolik seperti seremoni dan kunjungan lapangan, dibandingkan penyelesaian masalah yang lebih substansial.
Pengamat kebijakan publik menilai, pendekatan berbasis kegiatan seperti ini berisiko menimbulkan ketergantungan pada momentum, bukan pada penguatan sistem pelayanan. “Yang dibutuhkan masyarakat adalah layanan yang konsisten, bukan yang hadir hanya saat ada event,” ujarnya.
Meski demikian, program “Selasa Menyapa” dinilai tetap memiliki potensi positif jika dijadikan sarana evaluasi langsung kondisi di lapangan. Pemerintah diharapkan dapat menindaklanjuti temuan selama kegiatan menjadi kebijakan konkret yang berdampak jangka panjang.
Dengan demikian, kritik yang muncul bukan untuk menolak program, melainkan mendorong agar “Selasa Menyapa” tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. (Pel.Red)

