Incinews.net. Kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, ke wilayah Bima tak hanya menjadi ajang penguatan koordinasi antar pemerintah daerah. Di balik agenda tersebut, DPP AMPI menyampaikan kritik terhadap persoalan pendidikan yang dinilai belum terselesaikan.
Direktur DPP AMPI, Firdaus, Sos, M.Ap mengapresiasi kehadiran Gubernur NTB di Bima. Namun ia menegaskan, momentum kunjungan tersebut harus dibarengi dengan sikap tegas Pemprov NTB dalam menuntaskan persoalan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya.
“Kami meminta kepada Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal agar terbuka melihat permasalahan pendidikan, khususnya yang berada di bawah naungan Pemprov NTB,” tegas Firdaus kepada incinews.net, Senin (2/3/2026).
AMPI sebelumnya telah menyoroti serius mangkraknya sejumlah proyek pembangunan pendidikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi SMAN 1 Parado, yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan pembangunan akan dilanjutkan.
Proyek renovasi ruang kelas dan pembangunan gedung laboratorium di sekolah tersebut sejatinya dijadwalkan rampung pada Desember 2024 sesuai kalender pelaksanaan. Namun hingga memasuki 2026, belum ada kepastian resmi kapan pembangunan akan dilanjutkan atau diselesaikan.
Firdaus mendesak Pemprov NTB agar tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut, mengingat sektor pendidikan menyangkut masa depan generasi daerah.
Dikabarkan, Gubernur NTB masih melanjutkan proses kunker di daerah Bima dan Dompu hingga pada hari Selasa, 3/3/2026. Dan sebelumnya bersama pemerintah daerah Kota dan kabupaten Bima telah melakukan kunker di beberapa kecamatan dan kelurahan.
DPP AMPI berharap, kunjungan Gubernur NTB ke Bima tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi titik tekan untuk mempercepat realisasi dan penyelesaian proyek pendidikan yang bertahun-tahun mangkrak. (Red)

