Kab. Bima, Incinews.net. Pelaksanaan pembangunan dan renovasi sejumlah gedung di SMAN 1 Parado, Kabupaten Bima, diduga mengalami hambatan serius. Proyek yang meliputi pembangunan ruang kelas dan laboratorium tersebut disebut belum rampung meski masa pengerjaan seharusnya telah berakhir pada Desember 2024 lalu.
Sejumlah pihak, termasuk Kepala SMAN 1 Parado, sebelumnya menyampaikan bahwa keterlambatan pembangunan dipicu oleh masalah distribusi material dari pihak suplier mayor. Kondisi ini berdampak langsung pada terhambatnya proses renovasi ruang belajar dan pembangunan fasilitas pendukung lainnya di sekolah tersebut.
Hasil konfirmasi Incinews.net kepada Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB menguatkan adanya kendala tersebut. Rahman, perwakilan Dikpora NTB, menyebut permasalahan proyek dilatarbelakangi oleh pihak CV Ikhtiar selaku suplier mayor material.
“Soal kendala tersebut kini dalam penanganan pihak BPK dan Inspektorat Provinsi NTB. Saat ini kondisinya masih menunggu itikad dari pihak CV Ikhtiar untuk mengembalikan sejumlah anggaran,” ungkap Rahman saat dikonfirmasi media ini.
Ia menjelaskan, pengembalian anggaran tersebut akan sangat menentukan langkah lanjutan pemerintah dalam menata kembali kelanjutan pekerjaan yang selama ini terhambat.
Menurutnya, kejelasan tanggung jawab dari pihak suplier menjadi kunci agar proses pembangunan dapat kembali berjalan dan fasilitas pendidikan yang dibutuhkan siswa segera dapat dimanfaatkan.
Sementara itu, kondisi ini juga mendapat sorotan dari kalangan aktivis. Direktur DPP AMPI sebelumnya menyampaikan keprihatinan atas tersendatnya proyek yang dinilai berdampak pada kemajuan dunia pendidikan di wilayah tersebut. DPP AMPI bahkan menyatakan siap mendorong persoalan ini ke ranah aparat penegak hukum apabila tidak ada penyelesaian yang jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Ikhtiar belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan sejumlah pihak.

