Incinews.net. Kab.Bima. Realisasi Program Optimalisasi Lahan Pertanian (OPLA) di Kabupaten Bima rata-rata telah mencapai 85 persen, bahkan sebagian kelompok tani telah menuntaskan program hingga 100 persen. Capaian tersebut berdasarkan hasil pengawasan yang disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Taufik, S.T., M.M., Rabu (21/1/2026).
Program OPLA merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Bima dengan tujuan meningkatkan fungsi lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional.
“Realisasi fisiknya rata-rata mencapai 85 persen, bahkan ada kelompok tani yang telah mencapai 100 persen,” ungkap Taufik kepada Incinews.net.
Ia menjelaskan, belum seluruh kelompok mencapai realisasi penuh disebabkan oleh proses pembelanjaan yang wajib mengikuti petunjuk teknis (juknis). Berdasarkan hasil pengawasan, kendala utama terletak pada keterbatasan ketersediaan barang di pasaran.
“Hasil pengawasan menunjukkan ketersediaan barang masih terbatas. Peralatan yang dibelanjakan harus sesuai juknis yang telah ditentukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, penerima manfaat Program OPLA tersebar di 116 desa dari total 191 desa di Kabupaten Bima, dengan jumlah 361 kelompok tani. Program ini mencakup luasan lahan sekitar 4.000 hektare yang tersebar di 17 kecamatan.
Taufik menambahkan, seluruh pengadaan barang wajib memenuhi standar yang ditetapkan dalam juknis, di antaranya berstandar SNI, memiliki garansi, serta sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan, termasuk tipe dan merek tertentu. (M.A)
