Incinews.net | Kota Bima. Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Ule, Kota Bima, terhenti selama dua hari berturut-turut. Penghentian tersebut dipicu kendala pencairan anggaran akibat pergantian kepala pengelola MBG, namun ironisnya tidak disertai pemberitahuan resmi kepada publik maupun penerima manfaat.
Warga penerima manfaat di salah satu sekolah di Kota Bima lebih dahulu melaporkan tidak adanya distribusi MBG kepada media ini. Setelah dilakukan penelusuran, Kepala MBG Kelurahan Ule yang baru, Fajar Pangestu, mengakui terjadinya penghentian distribusi tersebut.
“Iya, memang dua hari tidak ada pendistribusian,” ungkap Fajar saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).
Fajar menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat pergantian kepala MBG dari Putri Natilia Boik selaku kepala dapur lama kepada dirinya. Pergantian tersebut berdampak langsung pada proses administrasi pencairan dana di bank.
“Selama dua hari itu proses pencairan dana terhambat karena ada perubahan data akun dari kepala lama ke kepala MBG yang baru,” jelasnya.
Akibat tertundanya pendistribusian selama dua hari, Fajar mengakui anggaran MBG sebesar kurang lebih Rp60 juta tidak dapat ditarik dan terserap.
Namun demikian, berdasarkan Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksanaan MBG menekankan prinsip keberlanjutan layanan, kepastian distribusi, serta kewajiban pengelola untuk menjaga kelancaran pendistribusian sesuai jadwal operasional. Dalam juknis tersebut juga ditegaskan bahwa setiap kendala pelaksanaan wajib dikelola secara administratif dan disampaikan secara berjenjang.
Selain itu, tata kelola MBG menempatkan SPPG atau pengelola setempat sebagai penanggung jawab utama distribusi, termasuk memastikan bahwa perubahan struktur pengelola tidak mengganggu hak penerima manfaat.
Tidak adanya pemberitahuan kepada publik atas penghentian sementara distribusi MBG ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan kesiapan tata kelola program, terutama karena MBG merupakan program nasional yang menyasar kelompok rentan dan bergantung pada jadwal distribusi harian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN maupun instansi pengawas terkait evaluasi atas keterlambatan distribusi MBG di Kelurahan Ule, Kota Bima.
