Incinews.net
Jumat, 23 Januari 2026, 14.57 WIB
Last Updated 2026-01-23T06:57:43Z

Baru Dihotmix Sudah Retak, Warga dan Mahasiswa Soroti Dugaan Kelalaian Pemerintah

(Foto: Kondisi lintasan Kec. Parado. Sumber:ist)

Incinews.net. Kab. Bima. Pengguna lalu lintas di Jalan Lintas Parado, Kabupaten Bima, mengalami kesulitan setelah jalan utama tersebut mengalami keretakan diduga akibat pergeseran tanah dan dampak kerusakan lingkungan. Padahal, ruas jalan tersebut diketahui baru saja dilakukan pengaspalan hotmix pada tahun lalu.

Kerusakan jalan yang viral di media sosial itu diperkirakan mencapai panjang sekitar 15 meter dan terjadi di kawasan Dam Pela, Kecamatan Parado. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada malam hari, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat setempat.

“Jalan di kawasan Dam Pela Parado tahun lalu baru di-hotmix, sekarang sudah sulit dilalui karena retak sekitar 15 meter,” ungkap salah seorang warga Parado, Jumat (23/1/2026).

Kondisi jalan retak ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, khususnya Facebook, dan menuai sorotan publik. Jalan Lintas Parado merupakan satu-satunya akses utama yang menunjang kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Menanggapi kejadian tersebut, Imam Joelfah Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Parado (IMAPPA) menilai perlunya evaluasi menyeluruh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Bima. Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan tidak hanya disebabkan faktor banjir, tetapi juga akibat kerusakan lingkungan.

“Jalan rusak ini bukan sekadar dampak banjir, tetapi akibat hutan yang dibiarkan gundul. Ketika alam diabaikan, infrastruktur dan keselamatan warga menjadi taruhannya. Perlu tindakan nyata, bukan sekadar tambal sulam,” tegas Ketua IMAPPA.

IMAPPA juga mendesak agar pemerintah daerah segera merespons kondisi tersebut mengingat pentingnya jalan penghubung antar kecamatan bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Parado.

“Kami meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini, karena kerusakannya mengancam jalur ekonomi dan aktivitas penting masyarakat,” pungkasnya. (Tim)