Incinews.net
Senin, 09 Mei 2022, 07.56 WIB
Last Updated 2022-05-09T00:34:17Z

Harga Jagung Tertinggi Di Kecamatan Parado berkisar Di Angka 4.600 Perkilogram

Foto kebun jagung milik masyarakat  parado yang belum dipanen (Sumber Facebook).


Incinews.net. Kab. Bima. Petani jagung di wilayah Kecamatan parado sekitar 45 persen diperkirakan telah melewati proses panen, selain petani mengalami hambatan panen karena cuaca yang tidak menentu, para petani saat ini seputar harga hasil panen juga mengalami penurunan dan sangat variatif.


Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh team Incinews.net dua hari terahir ini, sebelum berakhirnya bulan puasa harga timbangan untuk wilayah kecamatan parado mencapai angka Rp. 5.000/Kg, dan hingga kini harga telah menurun sudah mencapai angka Rp. 4.600/Kg sampai di angka Rp. 4.200/Kg.


Hal tersebut berdasarkan info yang dihimpun dibeberapa desa yakni Desa parado rato, Parado Wane, Desa Kanca dan Desa Kuta, sesuai info dari beberapa masyarakat yang diwawancarai terkait capaian panen dan harga timbangan tersebut menjelaskan, bahwa perkiraan untuk capaian panen sampai saat ini berkisar sekitar 45 persen, sementara alasan dari penyebab beragamnya harga sangat ditentukan oleh kadar air yang terkandung pada biji jagung.


"Harga jagung tertinggi sampai diminggu ini berkisar di angka Rp.4.600/Kg, dan soal harga masih sangat realatif berbeda oleh beberapa kadar air pada jagung. Sehingga harganya terkadang menurun hingga di angka Rp.4.200/Kg. bahkan dijelaskan ada juga yang lebih rendah dari itu". Ungkap warga setempat.


Pantauan langsung team incinews.net dua hari terakhir ini, situasi cuaca terkini di kecamatan parado sering tidak menentut. dan keadaan cuaca tersebut menjadi penghambat tersendiri bagi proses panen dan kualitas pengeringan yang diupayakan petani.


Kepala UPT. BPP Kecamatan parado yang telah dihubungi dengan tujuan mengkonfirmasi seputar keberadaan regulasi tentang harga, apakah terdapat standar harga dari pemerintah atau tidak, hingga sampai saat ini belum dapat dimintai keterangan, dan masih menunggu hasil konfirmasi kepala UPT. BPP lebih lanjut. (M.A)