Incinews.net
Sabtu, 02 April 2022, 02.03 WIB
Last Updated 2022-04-05T03:01:10Z
MataramNTB

Viral Video Pemukulan Aktivis Anti Korupsi Diduga Dilakukan Oknum "Preman" Kejaksaan Tinggi NTB

Foto: Terlihat Salah seorang Pegawai Kejaksaan mencoba membantu melerai aksi pemukulan terhadap Aktifis.


insan cita (incinews) Mataram - Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Advokat Pemuda Anti Korupsi (LAPAS) Nusa Tenggara Barat (NTB) Adi Alfaisal tersebar Videonya dipukul oleh sejumlah pria didalam ruangan media center Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

Pantauan incinews.net,video itu terlihat 
oknum pria berpakaian baju kaos berwarna kuning sempat adu mulut dengan pendemo, selang beberapa detik kemudian, tiba-tiba salah satu oknum tersebut melakukan pemukulan dari belakang.

Video berdurasi 25 Detik tersebut itu di posting oleh seseorang pria yang berprofesi sebagai wartawan dengan akun Facebook Joni Junaidi dengan video tertulis keterangan:

"Vidio yg menampilkan Tindakan Biadab serta Brutal Oknum-oknum Pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, pada Aktifis-Aktifis yang tengah menggelar Hearing dikantor Adiyaksa, pada Jumat pagi (1/04/2022).#Salasatu Korban An. Adi Faisal asal Lambu- Sape Kab. Bima. Ka. Biro media Kabar Oposisi Mataram,"

Hingga saat berita ini dinaikan, video tersebut telah dibagikan sebanyak 235 kali oleh netizen sejak di apload sekitar pukul 15:30 sore hari tadi dengan mendapatkan sejumlah tanggapan negatif dari sejumlah netizen.

Menurut Adi Alfaisal, ia bersama 9 (Sembilan) orang temannya, mendatangi kantor KEJATI dengan dikoordinir (Korlap) oleh juwaedin untuk unjuk rasa (demo) terkait masalah tersangka Korupsi bibit jagung di Dinas Pertanian Provinsi NTB yang di vonis bebas oleh Pengadilan Negeri tindak pidana korupsi (Tipikor) Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB)

"Setibanya di depan kantor KEJATI NTB, salah satu teman pelapor Mujihad kemudian berorasi, hingga di ijinkan masuk," ungkapan Adi Alfaisal usai menyampaikan laporan di Polresta Mataram.

Menurutnya video itu benar adanya. Kejadian itu berlangsung pada hari Senin pagi tanggal 1 april 2022. Dalam video terlihat jelas dimarahi, dipukul dan ditendang oleh sejumlah pria berbadan tegap dengan berpakaian baju kaos warna kuning.

Dalam video itu, sejumlah pelaku yang berbadan tegap memakai baju kaos kuning. Sementara Adi Alfaisal (korban) yang duduk di kursi diruang media center dengan memakai baju berwarna hitam. Hadir juga sejumlah anggota kepolisian berseragam yang mengawal sejumlah aktivis tersebut.

Penyebabnya saat pegawai Kejati NTB menghampiri pelapor dan teman-temannya, dan mengajak untuk masuk ke dalam kantor Kejati NTB, namun pada saat berada di dalam ruangan yang telah disediakan untuk berdiskusi, tiba-tiba salah seorang yang tidak ketahui identitasnya menunjuk kearah pelapor dan memukulinya sehingga membuat korban merasakan sakit di Kepala, telinga, leher, dan punggung.

"Saat itu saya ditarik, dipukul dan ditendang oleh pria dengan kaos warna kuning," kata Adi Alfaisal.

Akibat peristiwa tersebut, Adi Alfaisal sudah melaporkan penganiayaan ini ke Polresta Mataram. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan berarti.

Adi Alfaisal  Meminta kepada Aparat Penegak hukum (APH) menindaklanjuti kasus yang menimpah dirinya dan segera tangkap oknum-oknum pegawai Kejati diduga pelaku. 

"Kami percaya kepada kinerja APH dan kami tunggu proses hukum sesuai tertuang dalam undang-undang yang berlaku," harap Adi Alfaisal.

Sementara secara terpisah,  pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB melalui Asisten Intelijen Kejati NTB Munif, mengklarifikasi pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggotanya terhadap Adi Faisal, pendiri LSM Lembaga Advokasi Pemuda Antikorupsi (LAPAS) yang juga wartawan salah satu media online lokal di NTB. 

Pihaknya menyampaikan, sejumlah pemuda mengatasnamakan diri LAPAS melakukan aksi demo di depan Kantor Kejati NTB, Jumat (1/4/2022). Semula LAPAS ini diketahui melakukan demo di Pengadilan Negeri Mataram. Adapun dalam mengadakan demo di Kejati NTB, LAPAS tidak memberitahukan terlebih dahulu, sebagaimana regulasi yang ada. Dan karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, maka pintu masuk ditutup, namun massa mencoba mendobrak.

“Kemudian ada kesadaran dari teman-teman kita melakukan negosiasi. Ok silakan kalau ada yang ingin masuk perwakilan. Semula kita tawarkan 5 orang. Tetapi mereka minta 8 orang. Itupun kita layani, kita persilahkan masuk untuk sampai di media center ini,” ungkapnya.

Terkait pemukulan oleh oknum Anggota Kejati NTB itu, pihaknya menegaskan bahwa pemukulan tidak terjadi begitu saja, ada sebab akibat.

“Tidak benar kalau tiba-tiba ada pemukulan dari anggota kita. Itu karena ada rasa kejengkelan dari anggota kita, karena yang bersangkutan teriak-teriak, bahkan mengumpat-umpat pimpinan kita dengan bahasa, ada yang dengan Bahasa Bima, saya kurang tahu. Tetapi ada bahasa yang dimengerti oleh kita, ada umpatan-umpatan anjing, monyet, itu banyak didengar oleh teman-teman kita. Itulah yang memancing, kenapa sampai terjadi pemukulan,” jelasnya.

Disamping juga lanjutnya, oknum anggota terpancing emosi karena pendemo ini petantang-petenteng, merokok, selain mengumpat itu.

“Harapan saya ini bisa diluruskan. Jadi tidak semata-semata karena orang ini seperti apa kemudian tiba-tiba dipukul, itu terjadi sebab akibat sebenarnya. Ada anggota kami yang terpancing emosinya karena tidak rela kalau pimpinannya diumpat-umpat,” pungkasnya

Sementara itu, Akbar Faisal  yang merekam video pemukulan itu membenarkan kejadian tersebut, ia menyampaikan bahwa yang dipukul itu adalah pendiri LSM LAPAS dan sekaligus berprofesi sebagai wartawan online.

"Dan, pas masuk kedalam ruangan tiba-tiba di keroyok tanpa ada kejelasan," ungkapnya.

Terkait bantahan dari Kejaksaan, pihaknya Menyampaikan itu hal biasa. "Biasa itu bang mencari pembenaran. Yang jelas saya hadir disitu sebagai wartawan, memang benar Adi Faisal pendiri lapas NTB, tetapi dalam kacamata saya dia adalah satu profesi dengan saya yaitu wartawan. Urusan bantahan segala macam itu urusan mereka, yang jelas sudah melanggar hukum," sebutnya.