"Silaturahmi dan Diskusi" HMI Beri Perhatian Khusus Soal Banjir Bima, KAHMI: Ekosistem Alam Jadi Penyebab Banjir -->

Iklan 970x250px

"Silaturahmi dan Diskusi" HMI Beri Perhatian Khusus Soal Banjir Bima, KAHMI: Ekosistem Alam Jadi Penyebab Banjir

Incinews.net
Minggu, 09 Mei 2021
Foto: Saat kegiatan diskusi berlangsung.

MEDia insan cita, Bima Kota: Korps Alumni Himpunan Mahasiswa islam (KAHMI) Bima bersama Himpunan mahasiswa islam (HMI) cabang Bima gelar silaturrahmi sekaligus buka puasa bersama. Acara tersebut digelar di cafe tepian langit Panda Kota Bima, Sabtu. (8/5/2021). 

Di tengah padatnya aktivitas satu sama lain tak membatasi mereka melakukan silaturahmi. Cara ini merupakan upaya menjaga kedekatan antara senior maupun junior dalam organisasi itu.

Momentum menjalin silaturahmi agar tetap solid ini bukan kali pertamanya dilaksanakan. Buka puasa bersama menjadi program dan agenda rutin KAHMI maupun kader HMI Cabang Bima ini.

Puluhan Kader HMI dan KAHMI, sejak pukul 16.30 WIB sudah memadati tempat yang sudah disediakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan, mencegah menyebaran covid 19. Obrolan dan diskusi tentang kedaerahan dan keumatan terus mengalir. Sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Ketua KAHMI Kabupaten Bima Drs. H. Supratman A.s Msi pada kesempatan itu menyoroti bencana banjir yang melanda kabupaten dan Kota Bima.

ia katakan, perkembangan ekosistem alam yang menjadi sebab bencana Banjir bandang di kabupaten Bima. "Kita semua harus menaruh perhatian yang serius terhadap peristiwa tersebut. Tidak kalah pentingnya perhatian bagi keberlangsungan ekosistem kehidupan di Bima," terangnya.

Hal itu juga ditambahkan Anggota DPRD NTB Dapil VI (enam) Abdul Ra'uf S.T, MM yang merupakan Alumni HMI, menyampaikan pentingnya pemanfaatan lahan-lahan yang ada di kabupaten Bima. Kata Rauf, hal itu bisa dilakukan dengan penanaman tumbuhan yang bernilai ekspor. "Dilakukan sebagai penopang perekonomian masyarakat dalam bidang perkebunan,"ucapnya.

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa islam melalui Lembaga pariwisata dan pencinta alam mahasiswa islam (LEPPAMI) dan Badan koordinasi Nasional  lembaga kesehatan Mahasiswa islam (BAKORNAS LKMI), dan Korps HMI-Wati (KOHATI) PB HMI melaksanakan kegiatan Pelayanan kesehatan gratis yg ikut di sertai dengan pembagian sembako korban banjir Bima.

Kegiatan tersebut berlangsung disejumlah titik terdampak banjir, salah satunya di desa sakuru pada hari sabtu 24 april 2021 dengan bertajuk "HMI peduli korban banjir bandang Nusa tenggara barat ( NTB )". 

BAKORNAS LKMI PB HMI BAKORNAS LKMI kegiatan dengan Tajuk "HMI peduli" ini merupakan inisiatif dari kelembagaan HMI untuk mewujudkan pengabdian terhadap masyarakat dalam mewujudkan peran HMI sebagai organisasi perjuangan yg harus berkiprah dalam memberikan pengabdian kepada umat dan bangsa khususnya korban Banjir Bima.

Selain menginformasikan soal musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Kabupaten Bima yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Ketua Panitia kegiatan sampaikan terimakasih kepada seluruh senior dan seluruh keder HMI  yang sudah berkesempatan hadir meluangkan waktu menghadiri acara ini, melalui buka puasa bersama ini tentu akan lebih mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan. Selain itu, juga untuk menumbuhkan rasa kepedulian, juga meneguhkan komitmen antar-sesama KAHMI dan kader HMI. 

“Dengan silaturahmi ini ke depannya bisa saling memberikan ide dan gagasan yang produktif untuk pembangunan, serta karakter pribadi yang lebih baik,” ujar Darmin, SE.

Pada kesempatan itu, selain Rauf anggota DPRD NTB, ikut dihadiri Dr. Raihan Anwar, S.E, Ia menyampaikan soal kondisi perkaderan HMI yang akhir-akhir ini dengan berbagai indikator nya turut menggembirakan Sekaligus memberikan angin segar bagi keberlanjutan kaderisasi periode selanjutnya.

Kemudian di akhir kegiatan, Sukrin Muhtar Ketua Umum HMI cabang Bima saat ditemui awak media ini, menjelaskan di momentum kegiatan semacam ini bahwa banyak hal yang mesti di cermati bersama oleh setiap kader HMI, "sebagai pusat pembentukan sistem nilai perkaderan HMI," terang Ketua HMI cabang Bima. (Red/Asa)