Incinews.net
Sabtu, 01 Mei 2021, 13.20 WIB
Last Updated 2021-05-01T08:37:56Z
NTBSumbawa

Keren! Guru dan Siswa SMAN 1 Maronge Jalan Kaki Keliling Desa Bagi-Bagi Takjil

Foto: Bersama Guru dan Siswa.
 
MEDia insan cita (incinews) Sumbawa: Meski Ramadan tahun ini kita menjalankannya ditengah pandemi Covid-19, semangat berbagi dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kepedulian terhadap sesama tidak pudar. Salah satunya seperti halnya yang dilakukan Guru-Guru dan Siswa SMA 1 Maronge dengan menggelar kegiatan bagi-bagi takjil gratis keseluruh masyarakat desa Maronge Kabupaten Sumbawa.

Kagiatan tersebut dengan mengangkat tema “Ramadhan Berbagi” Siswa SMAN 1 Maronge, yang dipimpin langsung salah satu Ibu Guru N.H Dakwati M.Pd untuk pembagian takjil. Penyaluran Takjil gratis tersebut dengan berjalan kaki keliling desa Maronge. 

Bagi-bagi menu takjil ini dilakukan pihak SMA 1 Marongge lantaran di tengah pandemi Virus Corona masyarakat tak diperkenankan melakukan buka bersama seperti yang biasanya dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Ini karena ada imbauan tidak boleh melakukan buka puasa Bersama selama ada virus Corona. Jadi kami antarkan makanan takjil atau kue atau makanan ke rumah-rumah warga. Ini dalam rangka membatu warga apalagi dalam kondisi ada wabah Corona," kata , N.H Dakwati M.Pd, Saat dikonfirmasi lewat Via WhatsApp, Sabtu (1/05/2021).

Selain itu, N.H Dakwati M.Pd, yang akrab disapa Ratu mengatakan, pembagian takjil ini sebagai upaya menanamkan kebaikan kepada sesama manusia, baik itu selama bulan puasa maupun selepas bulan puasa. Sehingga pada kesempatan ini juga bukan hanya siswa yang memiliki naluri berbagi, tapi akan lebih dari itu. 

“Selain aksi mulia, kami juga sedang mengedukasi masyarakat bahwa bagaimana nikmatnya berbagai kebaikan di bulan yang penuh berkah. Dan ternyata, lewat aksi ini hadirkan senyum antara mereka yang menerima takjil dan mereka yang membagikan Takjil.” Ujar Ratu

Lanjut Ratu, Kegiatan Pembagian takjil ini merupakan satu diantara tujuh program Pesantren Kilat SMAN 1 Maronge. Ia juga mengatakan bahwa Pesantren Kilat bukan program permanen Sekolah, tapi hanya ada pada saat bulan Suci Ramadhan sebagai wadah belajar khusus untuk mengembangkan dan mempraktekkan ajaran Islam pada siswa SMAN 1 Maronge.

“Pada bulan puasa ini, Pesantren kilat kita isi dengan Tujuh program, dengan Nawaitu ingin menghidupkan ajaran Islam pada diri peserta didik” ungkap Guru Alumni UIN Mataram itu

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa dalam program Pesantren itu ada tujuh Item, Yang pertama belajar cara membaca Al-qur'an, tadarusan, belajar shalat jenazah, belajar menulis Al-Qur'an, belajar ceramah, seni islami dan yang terakhir adalah Ramadhan berbagai atau pembagian takjil 

“Seni Islami ini kita isi dengan memasak menjelang berbuka, lalu hasil dari masakan ini kami bagikan ke masyarakat sebagai bentuk bagi-bagi takjil” kata perempuan kelahiran Bima itu. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Maronge, Saparuddin, S.Pd, M.Pd mengatakan, tujuh dari item pesantren kilat ini merupakan terobosan mulia dalam rangka melahirkan Generasi yang cerdas ilmu dunia dan cerdas ilmu Akhirat. Penanaman nilai dunia dan akhirat ini harus tetap didukung bagi semua guru-guru yang lain, tentunya dengan mensuport dan mengajak siswa-siswa itu sendiri. Oleh karena demikian, ikhtiar baik di bulan penuh berkah ini jangan sampai terlewatkan dengan sia-sia. 

“Sebagai pucuk pimpinan, saya harus mendukung upaya ini, kalau program ini sukses, lalu melahirkan Generasi Qur’an dan Qur’ani tentunya kita semua yang bangga”tutupnya. (Red/Uba)