Makassar Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Kongres HMI ke-XXXI, PB HMI: Momentum Tuntaskan Dualisme -->

Iklan 970x250px

Makassar Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Kongres HMI ke-XXXI, PB HMI: Momentum Tuntaskan Dualisme

Incinews.net
Rabu, 21 April 2021
Foto: Fauzi Marasabessy, Ketua Bidang PAO PB HMI Saat Menemui Presiden Jokowi.

MEDia insan cita: Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengatakan, kongres HMI ke XXXI akan dilaksanakan sekitar bulan Juni mendatang. Dari  17 tempat yang diusulkan, sebagaimana hasil kesepakatan rapat harian PB HMI, Kota Makassar ditunjuk jadi tuan rumah untuk menyelenggarakan kongres tersebut.

Hal itu disampaikan Fauzi Marasabessy, Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) PB HMI, Rabu (21/4/2021) kepada media ini.

Fauzi menerangkan, Kongres kali ini selain untuk memilih nahkoda baru untuk Ketua Umum PB HMI Periode 2021-2023 sekaligus sebagai momentum untuk menuntaskan sejarah dualisme HMI, antara HMI MPO dan HMI DIPO. 

"Oleh kerena itu, kami akan menindaklanjuti komunikasi secara organisatoris bersama HMI MPO untuk melaksanakan Kongres bersama,"terangnya.

Adapun dinamika internal HMI sebagaimana yang diketahui, Fauzi yang akrab disapa Ozhi ini tegaskan, akan diselesaikan secara organisatoris di tingkat kongres. Karena Kongres HMI adalah ruang kedaulatan tertinggi secara konstitusional untuk menyelesaikan berbagai dinamika internal HMI. "Dan juga sebagai ajang
untuk membicarakan masa depan HMI demi kepentingan umat, bangsa dan negara,"tutupnya. 

Sementara itu, Abdul Muis Amiruddin selaku PJ Ketua Umum PB HMI melanjutkan bahwa Kita semua menginginkan Kongres XXXI PB HMI ke depan menjadi arena pertarungan gagasan, membicarakan Indonesia yang Inklusif dan juga solusi kebangsaan.

"Tantangan Indonesia saat ini salah satunya adalah tantangan proses demokratisasi yang yang masih berkutat pada persoalan-persoalan politik Identitas, maka HMI mesti menjadi solusinya,"serunya.

Selain itu, sambung ia, soal-soal ketimpangan Ekonomi yang membuat jarak antara orang kaya dan miskin makin berjarak, 49% kekayaan hanya dikuasai oleh 2% Orang di republik ini, keadilan ekonomi dan keadilan sosial mesti ditegakkan dan PB HMI mesti memberikan tawaran. Selain itu, kata Muis, belum Soal Lingkungan Hidup yang konflik kepentingan dengan lajunya pembangunan atas nama pertumbuhan Ekonomi, termasuk arus politik ekonomi Internasional yang membuat kita terpecah belah, identitas Nasional kita mesti dikuatkan atas nama bangsa. 

"Kongres PB HMI mesti melahirkan Solusi atas berbagai persoalan kebangsaan,"paparnya. (Red/O'im)