Aksi Protes Gunakan Atribut Bintang Kejora, GMKI Mataram Himbau Kader tidak Terprovokasi! -->

Iklan 970x250px

Aksi Protes Gunakan Atribut Bintang Kejora, GMKI Mataram Himbau Kader tidak Terprovokasi!

Sabtu, 19 Desember 2020
Foto: Saat Aksi Berlangsung, Terlihat sejumlah masa aksi menggunakan Atribut Bintang Kejora sebagai lambang Papua Merdeka.

MEDia insan cita, Mataram: Aksi protes Sejumlah elemen masa yang mengatasnamakan Front Pembela Rakyat (FPR) di perempatan lampu merah Islamic Center Kota Mataram, Sabtu (19/12/2020) diamankan aparat kepolisian Nusa Tenggara Barat.

Masa aksi yang tampil dengan berbagai atribut bintang kejora (lambang papua merdeka) tersebut dibubarkan dan dimintai keterangan lebih lanjut di Polres Mataram.

Menanggapi hal tersebut Prandy A.L.Fanggi,S.H. Ketua GMKI Cabang Mataram menyatakan mendukung penuh langkah tegas aparat keamanan.

Ketua GMKI Cabang Mataram

"Langkah aparat keamanan sudah benar, NKRI sebagai suatu kesepakatan berbangsa sudah final, segala upaya pemecah belah persatuan harus segera dihentikan dan dinetralisir bukan hanya oleh aparat keamanan tapi oleh seluruh elemen warga negara Indonesia,"kata pria yang akrab disapa prandy kepada media ini, Sabtu (19/12/2020) malam.

Prandy juga menegaskan, kondusifnya NTB pasca Pilkada hingga detik ini juga harusnya menjadi contoh baik yang harus dijaga oleh semua kalangan.

"Saya Pikir kondusifnya NTB dari pasca Pilkada harus dijaga, dan besar harapan saya keamanan dan persatuan ini harus dijaga terlebih lagi dalam waktu dekat ini akan ada momen Hari raya Natal,"ujarnya.

Ketua GMKI Mataram Masa Bakti 2019-2021 juga menegaskan kepada seluruh kader agar tetap memegang teguh prinsip Oikumenis-Nasionalis serta mendukung segala upaya pemerintah dalam menjaga kedamaian menjelang Natal di Pulau seribu Masjid 

"GMKI sebagai suatu organisasi sudah selesai dan tuntas terkait komitmen berbangsa dan bernegara dibawah naungan NKRI," tegasnya, 

"Bersamaan dengan mendekati momen Natal ini pula saya menghimbau seluruh kader GMKI terkhususnya yang berasal dari tanah damai, tanah Papua tidak terprovokasi oleh pihak manapun. Adalah sebuah langkah bijaksana bagi kader untuk menjaga damai natal di pulau seribu Masjid,"tutup Prandy. (Red/O'im)