Kini NTB Memiliki Rumah Sakit Covid dan Trauma Center Berstandar WHO -->

Iklan 970x250px

Kini NTB Memiliki Rumah Sakit Covid dan Trauma Center Berstandar WHO

Selasa, 18 Agustus 2020
Foto: Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kepala Perangkat Daerah meresmikan gedung layanan Covid - 19 dan Trauma Center. (ist/O'im)

Mataram, incinews.netMemanfaatkan momentum hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-75, Senin, 17 Agustus 2020, usai menggelar upacara Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kepala Perangkat Daerah, juga meresmikan  gedung layanan Covid - 19 dan Trauma Center yang dibangun di komplek rumah sakit terbesar " RSUD Provinsi NTB" di dasan Cermen Kota Mataram. Gedung ini dibangun untuk meningkatkan pelayanan bagi pasien Covid-19 di NTB.

Gedung layanan Covid-19 dan Trauma Center ini terdiri dari dua lantai. Dibangun sesuai standar WHO khusus merawat pasien suspect dan terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

Ruang perawatan dibuat bertekanan negatif sesuai standar isolasi, setiap ruangan dilengkapi dengan monitor dan CCTV, ruang ICU yang dilengkapi ventilator dan high flow nasal canul (HFNC) dan tenaga medis yang dipersiapkan khusus melayani Covid - 19.

Lantai satu pada gedung ini terdapat sebanyak 32 tempat tidur, yang dipersiapkan untuk IGD penanganan pasien yang memiliki gejala Covid-19. Sementara lantai dua digunakan sebagai instalasi rawat inap untuk merawat pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 dan terdapat 37 tempat tidur, diantaranya ada 2 kamar VIP dan 2 kamar ICU serta 16 kamar perawatan.

Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan bahwa peresmian awal Gedung Layanan Covid-19 dan Trauma Center ini menjawab tiga hal.

Pertama mengatasi kekurangan tempat tidur bagi pasien Covid yang dirawat dengan kasus berat dan membutuhkan perawatan insetif.

Kedua, untuk mengatasi kelebihan pasien yang reguler. Karena selama ini, hampir 50 persen ruang pasien umum atau reguler telah dialihfungsikan untuk merawat atau ruang isolasi bertekanan negatif. "Sehingga dengan adanya gedung untuk pasien Covid 19 ini maka pasien reguler dapat dilayani dengan baik," kata dr. Lalu Hamzi Fikri. (red)